Mantan anggota DPR-RI pada era Orde Baru yang juga dikenal sebagai tokoh Betawi, Ridwan Saidi, mengkritik keras kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tentang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat). Menurutnya, rakyat Indonesia tidak membutuhkan kedua ”kartu sakti” Jokowi tersebut.
“Yang dibutuhkan masyarakat Indonesia adalah Kartu Indonesia Kaya. Apabila sudah kaya masyarakat akan sehat dan pintar, percuma saja sehat atau pintar kalau enggak punya duit,” tukas Ridwan Saidi di Jakarta, Selasa (4/11/2014), kemarin.
Alih-alih memberikan apresiasi positif, Ridwan Saidi justru mengecam kebijakan yang sudah diterapkan Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yaitu meluncurkan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Apabila sudah kaya, jangankan berobat ke Singapura, rumah sakitnya kita beli. Emang orang Indonesia sakit semua? Kita-kita sehat, kalau mau beri bantuan jangan dulu nunggu orang sakit,” kecam kakek berusia 72 tahun yang pernah menjabat anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Tokoh yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) pada 1974-1976 dan Ketua Umum Partai Masyumi Baru pada 1995-2003 memang kerap mencela Jokowi. Bahkan, Ridwan Saidi meramalkan, kedudukan Jokowi sebagai presiden tidak akan bertahan lama.
“Kalau saya lihat gelagatnya, ini enggak akan lama, ia (Jokowi) tidak memiliki konsep yang baik sebagai presiden,” sebut Ridwan Saidi.






0 comments:
Post a Comment