Tuesday, February 23, 2016

Hadiah Terindah Untuk Seorang Ibu Menurut Rasulullah SAW

Ibu merupakan orang yang paling berjasa dalam kehidupan manusia. Berbeda dengan Nabi Adam AS. yang diciptakan secara langsung tanpa perantaraan ibu, manusia biasa diciptakan Allah SWT melalui rahim seorang ibu.

Sebelum bisa dilahirkan ke dunia, manusia akan hidup di dalam rahim ibu selama kurang lebih 9 bulan. Dalam masa ini ibu akan berusah payah membawa kita kemanapun ia pergi. Tidak hanya itu, di masa ini, seluruh kebutuhan kehidupan kita akan kita dapatkan dari dalam tubuh ibu.

Tidak hanya sebatas itu, setelah lelah mengandung selama 9 bulan, ibu kembali harus berkorban mempertaruhkan nyawanya demi bisa melahirkan kita ke dunia. Konon, menurut para ahli di dunia kedokteran, aktivitas melahirkan merupakan salah satu aktivitas yang sangat membahayakan nyawa. Meskipun begitu, dengan iklhas ibu tetap memperjuangkan kehidupan kita meskipun harus mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Dalam Agama Islam sendiri, Ibu merupakan orang yang paling berjasa dan harus dimuliakan oleh manusia. Hal ini dilandasi oleh sabda Nabi Muhammad SAW yang ditanyai oleh salah seorang pemuda mengenai siapa yang lebih perlu dimuliakan dan diutamakan di antara kedua orang tauanya dan Nabi menjawabnya dengan meyebut kata ibu sebanyak tiga kali baru kemudian dilanjutkan dengan kata ayah di jawabannya yang ke empat.



Karena besarnya jasa yang telah diberikan ibu kepada kita, maka sudah sepantasnya lah kita mengabdikan diri kita kepada ibu. Untuk kita yang belum berumah tangga, maka sudah sepantasnya kita membantu ibu sekuat tenaga baik dengan tenaga maupun dengan menggunakan materi.

Selain mengabdikan diri secara tenaga, untuk menyenangkan hati ibu, kita sebaiknya juga memberikan hadiah kepada ibu kita. Dan hadiah terindah menurut Rasulullah SAW yang bisa kita berikan kepada Ibu kita (terutama jika ibu kita sudah meninggal dunia) adalah Sedekah jariah.

Hadiah Terindah untuk Ibu di Surga adalah Sedekah Jariah

Selama ini banyak yang mengira bahwa hadiah terbaik untuk ibu haruslah hadiah yang mewah dan berharga mahal. Padahal, hal ini tidak selalu benar adanya. Dibandingkan memberikan benda – benda beharga mahal kepada ibu yang belum tentu bermanfaat, kita lebih baik memberikan sedekah kepada orang – orang yang membutuhkan atas nama ibu kita. Bahkan, jika memang bisa, kita dapat menggelontorkan sejumlah harta yang kita miliki untuk dijadikan sedekah jariah atas nama ibu kita.

Seperti yang kita ketahui bersama, amalan sedekah jariah merupakan amalan yang pahalanya tidak pernah putus meskipun orang yang memberikannya sudah meninggal dunia. Selama apa yang disedekahkan masih berguna dan bermanfaat untuk orang lain, maka orang yang bersedekah akan terus mendapatkan pahala.

Sedekah jariah sendiri pada dasarnya tidak selalu berupa benda yang mahal harganya. Sedekah jariah juga bisa berupa benda – benda sepele yang memiliki tingkat kegunaan yang cukup tinggi seperti buku pelajaran, Al-Qur’an, dan berbagai macam benda lainnya. Tidak hanya itu, sedekah jariah juga dapat diberikan dalam bentuk ilmu yang bermanfaat seperti cara mengaji, cara membaca, tata cara shalat, dan berbagai macam ilmu bermanfaat lainnya.

Itulah hadiah terindah untuk ibu yang direkomendasikan oleh Rasulullah SAW. Perlu kita ketahui bersama, dalam memberikan sedekah jariah atas nama ibu yang terpenting adalah faktor keiklhasan nya. Jadi jika kita tidak memiliki banyak harta, kita dapat menyedekahkan apa saja selagi bisa bermanfaat untuk kehidupan orang lain dan berasal dari harta yang halal.

Habib Luthfi: Jangan Main main dengan Indonesia, Negara ini di Doakan para Wali Allah



Jangan main-main dengan Indonesia, karena Negara ini didoakan oleh para wali-wali Allah, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Para wali Allah yang sudah wafat sekalipun tidak akan terima dengan orang yang bermain-main dengan Negara ini, apalagi yang hidup. Di Negara ini, setiap beberapa jengkal kilometer saja pasti ada makam wali Allah. Doanya landhep-landhep (jawa: tajam), makanya bisa kuwalat. Karena para wali Allah yang meninggal pada hakikinya masih hidup. Ibarat mereka meninggal, seperti seseorang yang pindah dari satu kota ke kota yang lain. Semisal Kanjeng Sunan Kudus sewaktu wafat, itu ibarat beliau pindah dari Kudus ke Pati atau ke Jepara.

Makanya para wali Allah ketika diberi salam di makam, mereka pasti menjawab pemberi salam. Ketika peziarah melantunkan Al-Fatihah, wali Allah ikut melantunkannya. Dan ketika peziarah mengangkat tangan berdoa, wali Allah pun ikut mengamini. Tak usah khawatir doa Anda tidak sampai kepada Allah, karena Anda bertawasul dengan orang yang dicintai Allah (wali Allah).

Fanpage : Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya