Thursday, February 25, 2016

Allahu Akbar ,,, Barang Siapa Yang Mengamalkan Ini, Niscaya Derajatnya Akan Segera Di Angkat



Derajat merupakan tingkatan martabat dan kedudukan manusia dalam hidup bermasyarakat. Sepanjang hidup, manusia saling berkejaran untuk meraih derajat yang tinggi di hadapan sesamanya.

Tidak perduli bagaimana caranya, bahkan perkara halal dan haram menjadi jalan yang ditempuh demi memiliki derajat tinggi.  Namun pernahkan terbesit dibenak kita, untuk mengejar derajat agar dipandang oleh Allah?

Tidak hanya mendapat kebahagiaan dunia, memiliki derajad tinggi di mata Allah juga akan diberi kebahagiaan akhirat. Allah SWT juga sudah menginformasikan cara mendapatkan derajat tinggi disisi-Nya tersebut. Apa saja? Berikut ulasannya.

Ternyata yang membuat manusia mendapatkan derajat tinggi bukanlah harta. Seperti yang banyak dilakukan manusia seperti saat ini demi derajatnya. Namun, Allah hanya akan meninggikan derajat mereka yang beriman dan berilmu pengetahuan.

Hal ini sudah dipaparkan Allah dalam kalam-Nya, Surat Mujadilah/58 ayat 11 yang artinya: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Menurut Syaikh Ahmad al-Musthafa al-Maraghi ayat di atas dimaknai bahwa Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang berilmu dari kalangan orang-orang beriman secara khusus dengan banyak tingkatan karamah dan ketinggian martabat. (Mufradaat al-Qur’an, Maktabah Syamilah)

Tidak jauh berbeda Syaikh Ahmad al-Musthafa al-Maraghi, Al-Imam Al-Baghawi juga memaknai ayat di atas bahwa seorang mukmin yang berilmu posisinya berada di atas orang-orang yang tidak memiliki ilmu beberapa derajat.

Pendapat lain dikemukakan oleh Al-Imam Al-Qurthubi, Ia menafsirkan ayat tersebut bahwa balasan untuk orang berilmu adalah karamah di dunia dan balasan surga di akhirat. Allah SWT juga akan meninggikan orang-orang mukmin di atas selain mukmin, dan orang-orang berilmu di atas orang-orang yang tidak memiliki ilmu.

Beliau menambahkan, Allah SWT meninggikan derajat orang-orang mukmin karena iman tinggi yang dimiliki, kemudian membuatnya lebih tinggi lagi derajatnya karena ilmu yang dimilikinya.

Ibn ‘Abbas r.a. dalam Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Maktabah Syamilah mengatakan, saat masih hidup, NabI Sulaiman a.s diberikan kesempatan oleh Allah untuk memilih antara ilmu, harta dan kerajaan. Ternyata, sang Nabi memilih ilmu. Pilihan ini tentu saja benar, karena dengan ilmu yang dimilikinya, Nabi Sulaiman as bisa mendapatkan harta dan kerajaan.

Al Imam Ibn Katsir mengangkat suatu kisah tentang Khaliah ‘Umar r.a. Sang Amirul Mukminin bertanya kepada pemimpin Mekkah yang beliau angkat yakni Nafi’ bin ‘Abdil Harits r.a.,

“Siapakah yang engkau angkat sebagai khalifah atas penduduk lembah?” Nafi menjawab:”Yang aku angkat sebagai khalifah atas mereka dialah Ibn Abzi, salah seorang budak kami yang telah merdeka.”

Maka ‘Umar r.a. bertanya: “Benarkah engkau telah mengangkat seorang mantan budak sebagai pemimpin mereka?”

Nafi menjawab:” Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dia adalah seorang yang ahli membaca Al-Qur’an, memahami ilmu waris dan pandai berkisah.”

Lalu ‘Umar r.a. pun mengutip sabda Nabi Saw., “Sesungguhnya Allah Swt mengangkat suatu kaum karena Al-Qur’an ini dan merendahkan dengannya juga sebagian lainnya.” (Muhammad Ali Ash-Shabuni, Mukhtashar Tafsir Ibn Katsir, Beirut: Dar Al-Fikr, Tanpa Tahun, hlm. 465)

Untuk itu, jangan malas untuk menuntut ilmu. Karena begitu besar balasan yang akan kita dapatkan, yakni derajat tinggi disisi Allah. Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

“Barangsiapa mendatangi makam saudaranya yang seiman, kemudian meletakkan tangannya di atas makam tersebut sambil membaca Surah Al-Qadr sebanyak tujuh kali, niscaya dia akan selamat di hari musibah terbesar (hari kiamat).”


Diriwayatkan dalam sebuah hadist,
“Barangsiapa mendatangi makam saudaranya yang seiman, kemudian meletakkan tangannya di atas makam tersebut sambil membaca Surah Al-Qadr sebanyak tujuh kali, niscaya dia akan selamat di hari musibah terbesar (hari kiamat).”

Dalam hadist lain yang senada dengan tambahan kalimat,
“hendaknya sambil menghadap kiblat.”
Syaikh Abbas al-Qumi berkata
“Di antara yang selamat pada hari kiamat, bisa jadi dari kalanan peziarah atau yang diziarahi.”
Fudhail meriwayatkan,
“Barang siapa membaca Surah Al-Qadr di sisi kuburan seorang mukmin sebanyak tujuh kali, maka Allah SWT akan mengutus kepadanya malaikat di samping kuburnya dan dicatatkan bagi si mayat yang ada dalam kubur itu pahala ibadah yang dilakukanmalaikat itu. Ketika Allah membangkitkannya dari kubur, tidak ada sesuatu pun yang menakutkannya melainkan Allah palingkan darinya dengan perantaraan malaikat hingga dia masuk surga.”
Selain membaca Surah Al-Qadr, bacalah pula Surah Al-Fatihah, Surah AL-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nash dan ayat Kursi masing-masing tiga kali.

Ibnu Tawus berkata,
“Jika engkau berada di tengah kuburan kaum mukmin, maka bacalah Surah Al-Ikhlash sebanyak 11 kali, dan hadiahkan pahalanya untuk mereka (para penghuni kubur). Allah SWT akan memberi pahala kepada orang yang membaca Surah Al-Ikhlash sebanyak jumlah yang dimakamkan di tempat tersebut."
"Dalam Kitab Jami’al Akbar, dimuat sebuah riwayat yang berasal dari sahabat Rasulullah SAW, yang menerangkan bahwasannya beliau telah bersabda:

“Berikanlah hadiah kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.”
Para sahabat bertanya,
“Apa yang harus kami berikan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia?”
Beliau menjawab, “Sedekah dan doa.”
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya roh orang-orang mukmin itu setiap hari Jumat mendatangi langit dunia (dan berada) di depan rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil anggota keluarganya dengan penuh ratapan sambil menangis, 'Wahai keluargaku, wahai anak-anakku, wahai ayahku, wahai ibuku dan kerabatku. Kasihanilah kami, semoga Allah merahmati kalian. Kasihanilah kami dengan (mengeluarkan sedekah berupa) dirham (uang), roti (makanan), atau pakaian. Semoga Allah SWT memberi kalian pakaian dari surga.'”
Kemudian Nabi SAW menangis, maka serempak kami pun turut menangis bersamanya.
Bahkan beliau tidak dapat melanjutkan perkataannya karena tangisannya itu.

Lalu bersabda: “Mereka adalah saudara-saudara kalian seagama. Mereka telah menjadi tanah yang hancur setelah (mendapatkan) kesenangan dan kenikmatan (di dunia). Mereka berteriak-teriak, ‘Celakalah diri kami. Celakalah diri kami. Seandainya kami menginfakkan segala yang ada pada tangan kami untuk ketaatan dan mencari keridhaan Allah, niscaya kami tidak membutuhkan (pertolongan) kalian.’ Mereka bersedih hati dan menyesali diri sambil berseru, ‘Bergegaslah kalian bersedekah untuk orang-orang yang mati.’”
Diriwayatkan pula dari Rasululah SAW, bahwasanya beliau telah bersabda:
“Apa yang kalian sedekahkan untuk orang mati, niscaya diambil oleh malaikat kemudian diletakkan di tempat yang terbuat dari cahaya yang menyinari tujuh langit. Kemudian malaikat tersebut berdiri di atas pusara sambil berkata, 'Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur. Keluarga kalian telah mengiriman hadiah untuk kalian.’ Lalu malaikat itu mengirimkan hadiah tersebut ke dalam kubur si mayat.”
(Sumber : Fadhlah Surah Yasin dan Tahlil oleh Abu Muhammad dan Tim Zahra)