Saturday, February 20, 2016

Astaghfirullah ,,, Beredar Kertas Juz Amma Dijadikan Bungkus Belanjaan, NU Desak Polisi Cepat Bertindak



Gerakan Pemuda Ansor NU Kota Blitar mendesak aparat kepolisian setempat segera melacak sumber peredaran kertas kitab juz amma yang digunakan sebagai bungkus bumbu dapur.

Hal itu menyusul informasi bahwa juz amma yang beredar di wilayah Kabupaten Blitar berasal dari salah satu pedagang kertas dan plastik di Pasar Legi, Kota Blitar.

Kendati demikian Ansor meminta aparat untuk memikirkan ganti rugi bila pedagang bersangkutan terbukti tidak menistakan agama.

"Tapi kalau memang motivasinya melecehkan maka harus diusut secara hukum. Namun kalau tidak sengaja sebaiknya dipikirkan ganti ruginya. Sebab mereka mendapatkanya juga dengan cara membeli," tegas Ketua GP Ansor Kota Blitar Hartono, Sabtu (20/2/2016).

Dilansir dari sindonews, sebelumnya polisi menyita kertas juz amma di wilayah Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Kertas berukuran buku tulis itu digunakan pedagang untuk membungkus kacang tanah, kacang ijo, bawang merah, bawang putih, cabe rawit serta bumbu dapur yang dibeli secara eceran.

Bersama PCNU, Ansor, dan MUI polisi melakukan pemusnahan. Secara syariat pembakaran itu merupakan metode penyelamatan ayat.

Usut punya usut lembaran kertas yang diperkirakan berjumlah sampai ratusan kilogram itu berasal dari pasar legi Kota Blitar.

Informasi yang diterima Hartono, beberapa petugas telah menyisir pasar legi. "Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Informasinya beberapa petugas sudah mendatangi pasar legi," terang Hartono. Merujuk jumlahnya yang besar kertas juz amma itu diduga berasal dari luar daerah.

Sebab di Blitar tidak ada produsen kitab suci. Hartono menduga peredaran kertas murni dilatarbelakangi motif ekonomi. Karenanya bila tidak terbukti melakukan penistaan pihak terkait, kata dia sepatutnya menyiapkana ganti rugi.

Sebab mereka mendapatkan kertas juga melalui transaksi jual beli. "Biasanya ini dilatarbelakangi rasa eman (sayang). Eman kenapa kertas masih bisa laku dijual kenapa harus dimusnahkan. Padahal langkah yang mereka lakukan itu keliru," pungkasnya.

Sementara Suyoto (45) pemilik 8 kilogram kertas juzz amma yang ditemukan di wilayah Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar mengaku tidak tahu kalau kertas yang ia gunakan sebagai bungkus jual beli bumbu dapur merupakan bagian dari ayat suci Alquran.

Ia mengaku membeli dari pedagang di wilayah Kecamatan Wlingi bersamaan dengan koran bekas. Begitupun pengakuan dari pedagang di wilayah Wlingi juga tidak tahu kalau kertas diantara tumpukan koran bekas merupakan ayat suci.

Kapolres Blitar AKBP Slamet Waluyo mengatakan sudah memeriksa pemilik kertas. Terkait hal ini ia menghimbau masyarakat, khususnya umat Islam untuk tidak resah atau melakukan langkah berlebihan.

"Hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan mengaku tidak sengaja. Ia juga mengaku tidak begitu memahami bahasa arab," ujarnya.

Ahmad Suudi dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Blitar justru meyakini tidak ada faktor kesengajaan dari pedagang kertas.

Karenanya ia menghimbau umat Islam untuk tidak terprovokasi. Suudi juga menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan pembakaran bila menjumpai kertas bertuliskan ayat suci yang berada tidak selazimnya. "Tujuanya agar tidak menimbulkan keresahan," pungkasnya.

Anak Era 90'an Masih Ingat nggak dengan Mainan mainan ini ?



Era 90-an emang udah lama berakhir, tapi bukan berarti nggak bisa dikenang sama sekali. Nah bagi kalian yang mengaku para generasi X, coba yuk kita liat ulasan di bawah ini seperti yang dikutip dari astaga.com. Masih ingat nggak dengan mainan tersebut?

Flying Gliders


Anak-anak cowok pasti tau mainan yang satu ini! Tiap pulang sekolah dan ketemu sama abang-abang mainan, bawaannya tuh pasti beli flying gliders, dari yang berbentuk burung sampe pesawat. Menariknya, mainan berbahan styrofoam ini beneran bisa terbang, lho! Karena bentuk dan warnanya yang sangat menarik, nggak salah kalo mainan ini jadi salah satu favorit!

Lego-Legoan


Sebelum hadirnya produk Lego yang sekarang di jual di toko-toko mainan di mall dengan harga yang mahal, zaman dulu mungkin ini versi terdekat dengan Lego yang pernah kita punya, benar? Dengan harga murah, kita bisa bikin banyak bentuk yang kita mau. Mainan generasi 90-an yang biasanya digemari sama anak laki-laki ini sukses bikin siapapun anak yang main langsung sibuk sendiri dan berkreasi ala-ala arsitek cilik

Yoyo


Yang satu ini bisa dibeli di warung ataupun abang-abang depan sekolahan. Ada satu hal unik nih menyangkut yoyo. Kalau kalian inget, biasanya saat kita beli, kita bisa request “Bang, pasangin apinya, dong!”. Yup, karena nggak tau sebutannya, dulu kita sering banget minta dipasangin alat kecil semacam pentol korek api kayu, yang bisa menimbulkan bunyi dan percikan api saat yoyo dimainkan dan tergesek aspal. Berasa keren deh, pokoknya!

Pistol-pistolan


Sebelum maraknya airsoft gun dan mainan pistol modern lainnya, mainan generasi 90-an yang ini cukup sering dimainin. Ada dua jenis pistol, yakni yang bisa diisi peluru plastik berbentuk cincin atau peluru gulungan kertas merah yang ditempelkan. Nggak sakit sih kalau dimaininin, tapi bunyi tembakannya sukses bikin telinga pengang! Kalau kamu jeli, peluru-peluru tersebut juga bisa dimainkan sebagai petasan, lho. Caranya gampang, pukul aja dengan batu hingga muncul ledakan kecil. Boom!

Pletokan Bambu


Siapa yang dulu suka nembakin temen pake ini? Mainan generasi 90-an yang satu ini nih tergolong cukup legendaris, lho. Mainannya juga nggak sembarangan, karena dibuat sendiri dengan tangan yang pastinya butuh waktu dan kesabaran, namun dijual dengan harga yang murah khusus buat kita-kita. Pelurunya juga terbilang murah, bahkan gratis karena hanya membutuhkan kertas atau koran bekas. Tinggal rendam sebentar, lalu kepal kecil-kecil. Duh, jadi kangen ya maininnya!

Bunga Kertas


Kalian mungkin masih inget nih, terlebih anak perempuan. Bunga-bungaan ini bisa didapatkan lewat abang-abang penjual mainan di depan TK. Caranya gampang aja, cukup dimainin dengan cara gagangnya kita balik supaya keliatan seperti bunga. Kalau sekarang diliat-liat, sebenernya nggak susah ya bikin mainan ini. Emang jagoan deh abang mainan jaman dulu!

Balon Tiup


Siapa sih yang nggak kenal dan nggak pernah mainin balon tiup yang satu ini? Dari anak kecil sampai dewasa pasti suka ikut-ikutan main ini. Mainan yang berbahan seperti lem dengan menggunakan sedotan kecil ini nggak cuma asik buat ngisi waktu, tapi juga sering dijadiin senjata buat ngejailin temen. Siapa coba yang nggak keki liat tempat duduknya ditempelin lem balon?

Bepe (Bongkar Pasang)


Mulai dari yang gambarnya Sailor Moon, sampai tokoh-tokoh anonim berbaju manis sukses bikin bepe laris di pasaran. Apalagi buat yang cewek-cewek. Ya, itung-itung latihan mix and match baju lah, ya!

Tazos


Ngaku deh, siapa yang dulu sering banget beli snack Chiki dan Cheetos buat dapetin tazos? Yup, tazos atau tajos emang legendaris banget. Selain bentuknya menarik dengan gambar-gambar kartun kesukaan kita, mainan ini juga bisa bikin kreatif karena dapat digabung-gabungin sesuka hati. Yang paling berkesan sih, tazos sering dipakai buat main tepok-tepokan, di mana jumlah tazos yang kita miliki menjadi taruhannya. Wih, pertarungan hidup dan mati, tuh!

Gambaran


Sulit untuk menemukan nama dari mainan yang ini, karena abang-abang penjual juga nyebutnya simpel, gambaran. Gambaran ini biasa dijual sudah terpotong-potong atau berbentuk sebesar kertas karton, lalu kita gunting sendiri mengikuti garis yang ada. Masih inget cara mainnya? Gambaran umumnya dimainkan dengan cara ‘tepokan’. Biar oldskool, main gambaran juga ada teknik cheat-nya lho, yakni ditekuk. Kenapa begitu? Soalnya, gambaran yang jatuh dengan posisi terbalik berarti kalah.

Nah, itu dia beberapa contoh mainan seru yang populer di jaman dulu. Sebenarnya, masih banyak banget lho benda-benda asik lainnya yang dulu jadi mainan andalan generasi 90-an. Ngangenin pasti nih yang hidup diera 90'an.

Ketahui! Inilah 2 Waktu Yang di Haramkan Untuk Shalat Dhuha

Banyak amalan yang bisa dilakukan untuk dijadikan sebagai ladang
mendapatkan ridha dari Allah. Sholat dhuha menjadi amalan sunnah tambahan yang bisa dilakukan untuk memperoleh pahala tersebut. Tidak hanya pahala, mengerjakan sholat dhuha ternyata juga dapat melancarkan rezeki. Oleh sebab itu, banyak kaum mukmin yang mengerjakan amalan yang satu ini.

Meskipun hukumnya sunnah, namun sholat dhuha ini harus dilaksanakan pada waktu yang tepat dengan hati yang ikhlas. Tujuannya adalah agar sholat yang kita lakukan tersebut dapat diterima oleh Allah SWT dan dinilai sebagai pahala.



Ternyata ada waktu-waktu yang diharamkan untuk menjalankan ibadah sholat dhuha. Jikalau mengerjakan sholat dhuha dalam waktu yang diharamkan maka sholat itu justru akan mendapatkan dosa. Berikut ini waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat berdasarkan hadist Rasulullah SAW.

Waktu pertama yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha adalah ketika sesudah subuh hingga matahari tersebut sekitar pukul 06.00-07.30 pagi. Waktu kedua yang diharamkan untuk melakukan sholat dhuha adalah ketika memasuki dzuhur hingga tergelincirnya matahari atau pukul 11.30-12.15.

Kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha berdasarkan penentuan larangan dari Rasulullah SAW. Berikut ini hadist-hadist Rasulullah yang menunjukkan waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat dhuha.

Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam melarang shalat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam.” [HR. Bukhari]

Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”. [HR. Muslim]

Dari Ibnu Umar berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat hingga matahari terbenam”. [HR. Bukhari]

Tidak hanya itu salah satu alasan mengapa kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha adalah karena adanya setan yang mengikuti waktu-waktu itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallambersbda: “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.” [HR. Nasa’i]

Demikianlah ulasan mengenai dua waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha. Meskipun ingin melaksanakan ibadah, namun ada baiknya untuk terlebih dahulu memperhatikan waktu pelaksanaannya. Jangan sampai ibadah kita menjadi sia-sia dan justru menimbulkan dosa karena sholat pada waktu yang tidak tepat.

Sumber: Infoyunik.com

BAHAYA MEROKOK DI DALAM RUMAH



Merokok di dalam rumah ternyata tak hanya berbahaya bagi perokok itu sendiri, tetapi juga semua orang yang tinggal di rumah itu. Sebuah penelitian menemukan, merokok di dalam rumah akan meninggalkan zat-zat beracun di perabotan rumah, karpet, tirai, bahkan dinding rumah. Seorang ahli kimia, dokter Eunha Hoh mengungkapkan, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia yang bisa tinggal di suatu permukaan. Dari ribuan bahan kimia itu, banyak yang beracun dan bersifat karsinogenik.

Menurut ilmuwan, semakin lama suatu lingkungan terpapar bahan kimia, maka dapat mengubah senyawa kimia menjadi berbahaya. Jika terpapar selama bertahun-tahun, dapat meningkatkan risiko kanker, serangan asma, masalah pada paru-paru, iritasi di tenggorokan, dan mata.

Asap rokok memang dapat diserap ke semua permukaan yang berpori. Zat beracun dari asap rokok itu kemudian akan menetap lama di semua perabot rumah tangga yang terkontaminasi.

"Kami benar-benar terkejut dengan betapa kuatnya kontaminasi di rumah, bahkan setelah beberapa bulan orang berhenti merokok di dalam rumah," ujar seorang ilmuwan kesehatan lingkungan, dokter Penelope Quintana.

Merokok di dalam rumah tentu akan membahayakan kesehatan anak-anak yang sering bermain-main di sofa maupun karpet di rumah mereka.

Peneliti menyebut anak-anak ini sebagai perokok ketiga atau mereka yang tidak merokok, tidak terpapar asap rokok secara langsung, akan tetapi terpapar zat beracun dari asap rokok yang telah mengendap di perabotan rumah.

Penelitian lain menunjukkan, orangtua yang merokok di kebun atau halaman rumah juga tetap bisa membahayakan anak-anak. Peneliti pun mengingatkan orang-orang untuk berhati-hati jika membeli rumah bekas perokok.

Seorang psikolog dari San Diego State University, Amerika Serikan, Georg Matt bahkan mengatakan bahwa rumah adalah gudang polusi asap tembakau. Georg telah 20 tahun meneliti efek asap rokok bagi orang ketiga.

SUBHANAALLAH ,,, Membahagiakan Orang Tua adalah Amalan Ahli Surga


600

MANUSIA itu tak bisa menghentikan laju usia. Semakin lama pasti semakin tua bak matahari yang berawal dari terbit untuk kemudian siang dan sore untuk tenggelam di ufuk barat.

Menua selalu bermakna melemah, walau yang selalu identik dengan selalu sakit. Itulah pelajaran yang saya dapatkan liburan kemaren ketika mengunjungi mertua yang sudah berusia 72 tahun.

Bapak mertua saya bukan seorang polisi atau tentara, profesi yang identik dengan kegagahan. Namun masa mudanya adalah pemuda yang gagah dan ganteng dengan profesi sebagai pendidik, aktivis Maarif NU dan pengasuh santri.

Tubuhnya kini mengurus dan gerakannya tak segesit dulu. Yang tetap adalah semangatnya, senyumnya, dan kesabarannya mengajarkan alif ba dan ta nya kehidupan. Memandang wajah beliau, hati ini berdoa: "Semoga saya panjang umur dan istiqamah seperti beliau."

Lain lagi pelajaran yang saya dapatkan dari umi saya ketika menemani saya makan pagi. Saya tanyakan kepada beliau tentang apa saja yang biasa umi beli sebagai favorit. Jawabannya: "Orang yang sudah tua dan sakit seperti saya ini nak, belanjaan utamanya adalah minyak. Ada minyak kayu putih, minyak telon, minyak zaitun dan minyak tolak angin. Beda dengan anak yang masih muda yang belanjaannya minyak wangi, bedak dan sebangsanya." Yang saya sukai dari beliau juga senyumnya ketika saya ajak guyon mengenang masa kecil saya dulu.

Sahabat dan saudaraku, coba pejamkan mata sejenak untuk mengingat masa lalu kita, masa kecil kita, ketika bapak ibu kita dengan sepenuh hati membesarkan, mendidik dan melindungi kita, berupaya menyenangkan dan menenangkan kita. Lalu bukalah mata kita sambil bertanya pada diri kita: "Apa yang telah saya perbuat untuk menyenangkan dan menenangkan orang tua kita?"

Membahagiakan orang tua adalah amalam ahli surga, amalan orang-orang sukses. Sementara mengecewakan dan menyakiti orang tua adalah amalan ahli neraka, amalan orang-orang gagal. Semoga kita semua menjadi orang sukses bahagia dan ahli surga. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

silahkanshare-ya

Emilia: Kami Syiah Sudah Biasa Melukai Diri Sendiri, Apalagi Melukai Orang Lain, Kami Lebih Biasa Lagi



Tathbir adalah perbuatan dengan memukul atau melukai kepala sendiri dengan menggunakan pedang atau senjata tajam lainnya. Hal ini biasa dilakukan Syiah setiap tanggal 10 muharram untuk memperingati wafatnya Husen radhiyallahu ‘anhu atau yang biasa dikenal dengan perayaan Asyura. Menurut Syiah, perbuatan melukai diri sendiri tersebut merupakan sebuah amalan utama yang diyakini mendapat pahala besar. Kian parah lukanya maka makin besar pula pahala.

Tathbir ini pun sudah pernah dilakukan oleh Ketua Ormas Syiah Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) Emilia Renita. Ia mengaku sudah pernah melakukan tathbir sebanyak tiga kali.

“Sudah ya, saya sudah pernah melakukannya sebanyak tiga kali. Pertama di Irak dan dua kali di Indonesia,” ujar Emilia di kantor LBH Jakarta, pada Rabu (28/10/2015) lansir fokusislam.
Menurut mantan istri Jalaludin Rakhmat itu, saat melakukan tathbir dirinya tak takut sedikitpun.

“Kepala saya dibacok menggunakan tangan saya sendiri sampai berdarah-darah. Saya tidak takut, kami Syiah tidak ada rasa takut,” katanya.

Walau darah bercucuran dan luka, menurutnya tidak terasa sakit bahkan justru senang.

“Tidak sakit, biasa aja bahkan saya senang,” tambahnya.
Saat ditanya apakah ia memerlukan perawatan untuk menyembuhkan lukanya, Emilia tertawa dan menjawab bahwa lukanya bakal sembuh dengan sendirinya berkat keberkahan imam Husen.

“Luka cepet sembuh, padahal saya bacok keras pakai pedang. Atas keberkahan imam Husen, luka cepat kering tidak sampai tiga hari,” katanya.

Karena itulah kemudian Emilia mengatakan agar siapapun tidak coba-coba untuk mengganggu Syiah.

“Kami Syiah sudah biasa melukai diri sendiri, apalagi melukai orang lain, maka kami lebih bisa lagi,” terangnya.

Filosofi Angka Jawa Mengapa Selikur ? Bukan Rongpuluh Siji Dan Selawe Tidak Limanglikur ?


FILOSOFI JAWA

Filosofi bilangan dalam jawa. Dalam bahasa Indonesia :
21 Dua Puluh Satu,
22 Dua Puluh Dua,...s/d
29 Dua Puluh Sembilan.
Dalam bhs Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji,
Rongpuluh Loro, dst; melainkan
Selikur, Rolikur,...s/d Songo Likur.

Di sini terdapat satuan LIKUR
Yang merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya;

Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.
SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok).
Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan.
Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).

Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.
Setelah Sepuluh, Rongpuluh,
Telung Puluh, Patang puluh,
mestinya Limang Puluh.
Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET.
SEKET (SEneng KEthonan : suka memakai Kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk menutup botak atau rambut yg memutih karena semirnya habis...
Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sdh lebih taat beribadah...!
Pada usia 50 th mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yg kekal dan abadi...!.

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.
SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK).
Artinya : sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang...
Hrs sdh siap dipanggil menghadap Tuhan..


Semoga bermanfaat smoga tetap sehat semangat walau meh SWIDAK

*yg merasa sewidak punjuL tidak boleh complain.... sambiL nutup kamus bahasa jawa