Tuesday, March 29, 2016

Astaghfirullah | Ritual Berdarah Syi’ah di Hari Asyura

Pada tanggal 10 Muharram nanti, atau disebut dengan hari Asyura, kita akan melihat ritual sesat Syi'ah (baca: Rafidhah). Mereka sedih atas kematian Husain saat itu sehingga mereka memukul dada, menampar pipi, memukul bahu, mengiris-ngiris kepala mereka dengan pedang sampai menumpakan darah. Sampai anak kecil pun mengiris kepalanya. Wallahul musta'an.


Kenapa Kelakuan Mereka Dikatakan Sesat?

Karena setiap perkara muhdats yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam, tentu saja sesat. Hal-hal semacam di atas jelas suatu kemungkaran dan telah dilarang oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena dalam Islam tidak boleh melakukan semacam itu baik karena kematian seorang yang dianggap mulia atau kematian seorang yang syahid di jalan Allah. Kita tahu bahwa di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak di antara para sahabat yang mendapati syahid seperti Hamzah bin Abdul Muthollib (paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Tholib, ‘Abdullah bin Rowahah. Namun tidak pernah di masa beliau melakukan seperti yang dilakukan oleh Rafidhah. Law kaana khoiron, la-sabaqunaa ilaih, seandainya perkara tersebut baik, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih dahulu melakukannya.

Coba lihat pula bagaimana ketika Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tertimpa musibah dengan hilangnya Yusuf ‘alaihis salam, apakah beliau sampai memukul-mukul dada? Apakah Nabi Ya’qub sampai menampar wajahnya sendiri? Apakah sampai ingin menumpahkan darahnya sendiri dengan mengores-ngores badan? Apakah sampai dijadikan ‘ied (perayaan) atau hari berduka seperti yang dilakukan Rafidhah? Amalan yang dilakukan Rafidhah tidak lain hanyalah warisan dari Jahiliyah, masa suram sebelum Islam. Islam dengan sangat jelas telah melarangnya.

Hadits yang Membicarakan Tentang Berduka yang Terlarang

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّة

“Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang menampar pipi (wajah), merobek saku, dan melakukan amalan Jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103).

Namun lihatlah bagaimana yang dilakukan oleh Rafidhah di hari ‘Asyura. Yang mereka lakukan jelas bukan ajaran Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu pula para sahabatradhiyallahu ‘anhum tidak pernah melakukannya. Mereka tidak pernah melakukannya ketika ada yang meninggal dunia. Padahal wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripada kematian Husain radhiyallahu ‘anhu.


Sampai badan pun diiris karena bersedih


Sampai anak kecil yang memakai tulisan Husain di jidatnya pun mengiris kepalanya

Sedih Atas Kematian Husain …

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

“Setiap muslim seharusnya bersedih atas terbunuhnya Husain radhiyallahu ‘anhu karena ia adalah sayyid-nya (penghulunya) kaum muslimin, ulamanya para sahabat dan anak dari putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Fathimah yang merupakan puteri terbaik beliau. Husain adalah seorang ahli ibadah, pemberani dan orang yang murah hati. Akan tetapi kesedihan yang ada janganlah dipertontokan seperti yang dilakukan oleh Syi’ah dengan tidak sabar dan bersedih yang semata-mata dibuat-buat dan dengan tujuan riya’ (cari pujian, tidak ikhlas). Padahal ‘Ali bin Abi Tholib lebih utama dari Husain. ‘Ali pun mati terbunuh, namun ia tidak diperlakukan dengan dibuatkan ma’tam (hari duka) sebagaimana hari kematian Husain. ‘Ali terbenuh pada hari Jum’at ketika akan pergi shalat Shubuh pada hari ke-17 Ramadhan tahun 40 H.

Begitu pula ‘Utsman, ia lebih utama daripada ‘Ali bin Abi Tholib menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. ‘Utsman terbunuh ketika ia dikepung di rumahnya pada hari tasyriq dari bulan Dzulhijjah pada tahun 36 H. Walaupun demikian, kematian ‘Utsman tidak dijadikan ma’tam(hari duka). Begitu pula ‘Umar bin Al Khottob, ia lebih utama daripada ‘Utsman dan ‘Ali. Ia mati terbunuh ketika ia sedang shalat Shubuh di mihrab ketika sedang membaca Al Qur’an. Namun, tidak ada yang mengenang hari kematian beliau dengan ma’tam (hari duka). Begitu pula Abu Bakar Ash Shiddiq, ia lebih utama daripada ‘Umar. Kematiannya tidaklah dijadikanma’tam (hari duka).

Lebih daripada itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah sayyid (penghulu) cucu Adam di dunia dan akhirat. Allah telah mencabut nyawa beliau sebagaimana para nabi sebelumnya juga mati. Namun tidak ada pun yang menjadikan hari kematian beliau sebagaima’tam (hari kesedihan). Kematian beliau tidaklah pernah dirayakan sebagaimana yang dirayakan pada kematin Husain seperti yang dilakukan oleh Rafidhah (baca: Syi’ah) yang jahil. Yang terbaik diucapkan ketika terjadi musibah semacam ini adalah sebagaimana diriwayatkan dari ‘Ali bin Al Husain, dari kakeknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda,

ما من مسلم يصاب بمصيبة فيتذكرها وإن تقادم عهدها فيحدث لها استرجاعا إلا أعطاه الله من الأجر مثل يوم أصيب بها

“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, lalu ia mengenangnya dan mengucapkan kalimat istirja’ (innalillahi wa inna ilaihi rooji’un) melainkan Allah akan memberinya pahala semisal hari ia tertimpa musibah” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Demikian nukilan dari Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, 8: 221.

Demikian kesesatan Syi’ah pada hari ‘Asyura. Kematian seseorang tidaklah dengan perayaan sesat seperti yang dilakukan oleh orang Syi’ah. Moga Allah melindungi kita dari kesesatan Syi’ah.

Wallahul muwaffiq.

Referensi: Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid dalam Al Islam Sual Jawab no. 74449.

Diselesaikan di Maktab Jaliyat Bathaa’, Riyadh-KSA, 9 Muharram 1434 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Apakah Doa Di Hari Rabu itu Mustajab? Inilah Penjelasannya


Doa Di Hari Rabu itu Mustajab?


Benarkah doa di hari rabu itu mustajab? Krn ada yg bilang, itu antara dzuhur dan asar di hari rabu, itu waktu mustajab dlm berdoa. Apa benar demikian?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Terdapat hadis dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhuma,

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه، قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة


“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa tiga kali di Masjid Al Fath, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu.

Ketika hari Rabu, doa beliau dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau.

Jabir mengatakan, ‘Setiap kali ada perkara penting yang berat, maka saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mengetahui doa saya dikabulkan.”

Dalam riwayat lain, Jabir mengatakan,

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر


“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar”

Status Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Imam Ahmad 14563, al-Bukhari dalam Adabul Mufrad 704, dan al-Baihaqi dalam Syuabul Iman 3874. Semua dari jalur Katsir bin Zaid, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Ka’ab.

Tentang Katsir bin Zaid, ulama ahli hadis berbeda pendapat dalam memberikan penilaian. Ada yang menilainya tsiqqah (terpercaya) dan banyak yang mendhaifkannya.

Di satu tempat, Ibnu Ma’in menilainya, “Tidak masalah.” Di tempat lain, beliau menilainya sebaliknya.

Sementara, Ya’qub bin Syaibah menilainya lemah. Demikian pula an-Nasai. Sementara Abu Hatim menyebut beliau, ‘Soleh, namun tidak kuat, hadisnya bisa ditulis.’ (Tahdzib at-Tahdzib, 8/371).

Sementara Abdullah bin Abdurrahman bin Ka’ab bin Malik, ada biografinya dalam Tarikh al-Kabir (5/133) dan Jarh wa at-Ta’dil Ibnu Abi Hatim (5/95), namun tidak ada penilaian untuknya, baik pujian maupun celaan. Sehingga status perawi ini, Majhul Hal (tidak diketahui keadaannya).

Sebagian ulama menilai hadis ini dhaif. Diantaranya Syaikh Syuaib al-Arnauth. Dalam Tahqiq Musnad Ahmad, beliau menyatakan,

إسناده ضعيف، كثير بن زيد ليس بذاك القوي، خاصة إذا لم يتابعه أحد، وقد تفرَّد بهذا الحديث عن عبد الله بن عبد الرحمن بن كعب، وهذا الأخير في عداد المجاهيل، وله ترجمة في “التعجيل” (563)


Sanadnya dhaif. Katsir bin Zaid tidak kuat dalam hal ini. terutama ketika tidak diiringi perawi yang lain. Padahal dia meriwayatkan hadis ini sendirian dari Abdullah bin Abdurrahman bin Ka’ab. Sementara perawi kedua ini termasuk daftar orang majhul. Ada biografinnya di kitab at-Ta’jil. (Tahqiq Musnad Ahmad, 22/425).

Di sisi lain, Syaikh al-Albani menilai hadis ini hasan. Beliau mengatakan, sanadnya jayid.

Ketika mennyinggung hadis ini, Syiakhul Islam mengatakan,

وفي إسناد هذا الحديث : كثير بن زيد ، وفيه كلام ، يوثقه ابن معين تارة ، ويضعفه أخرى . وهذا الحديث يعمل به طائفة من أصحابنا وغيرهم ، فيتحرون الدعاء في هذا ، كما نقل عن جابر ، ولم ينقل عن جابر رضي الله عنه أنه تحرى الدعاء في المكان ، بل تحرى الزمان


Dalam sanad hadis ini terdapat perawi, Katsir bin Zaid. Dan statusnya dipertanyakan. Terkadang dinilai tsiqqah Ibnu Ma’in dan terkadang beliau dhaifkan.

Dan hadis ini diamalkan oleh sebagian ulama hambali dan yang lainnya. Mereka memilih waktu hari rabu itu untuk memperbanyak doa. Sebagaimana keterangan Jabir. Dan tidak dinukil dari Jabir bahwa beliau memilih tempat (masjid Fath) untuk berdoa. Namun beliau memilih waktunya. (al-Iqtidha, 2/344).

Allahu a’lam

Monday, March 28, 2016

INILAH KISAH PENGEMIS BUTA PENGHINA RASULULLAH

Saat Rasulullah tinggal di Makkah, ada seorang Yahudi yang bekerja sebagai pengemis di ujung pasar. Meskipun pengemis itu buta tapi ia selalu berkata pada orang yang dilalui Rasulullah agar tidak mendekati Rasulullah. Ia beralasan bahwa Nabi adalah tukang sihir, gila, dan pembohong. Jika mereka mendekati Nabi maka mereka akan terpengaruh.


Kisah pengemis buta penghina Rasulullah akan memberikan kita banyak pelajaran dalam kehidupan. Meskipun banyak hinaan dan cacian yang dilontarkan pada Nabi Muhammad SAW, Beliau tetap bersabar dan tidak pernah marah atas perilaku orang yang menghinanya. Setiap perilaku Rasulullah ini dapat dijadikan sebagai contoh agar mendapat ridho Allah.

Tiap pagi, Nabi pergi menuju ujung pasar dan membawa makanan yang akan diberikan pada pengemis buta itu. Rasulullah lalu menyuapi pengemis buta itu, meskipun pengemis itu selalu menghinanya dan mencacinya di hadapan orang banyak.

Hingga akhirnya Nabi wafat sehingga tidak ada lagi orang yang memberi dan menyuapi makan sang pengemis. Pada suatu hari, Abu Bakar mendatangi rumah anaknya, yakni Aisyah r.a. Ia menanyakan apakah ada sunnah Rasul yang belum ia kerjakan.

Kemudian Aisyah r.a menjawab pertanyaan tersebut. Ia berkata bahwa Abu Bakar adalah ahli sunnah hingga tidak adasatu sunnah pun yang tertinggal untuk dilakukan. Namun, terdapat satu sunnah yang belum ia kerjakan.

Abu bakar menanyakan apakah sunnah itu? Aisyah menjelaskan bahwa setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi menuju ujung pasar sambil membawakan makanan untuk pengemis buta dari Yahudi yang ada di pasar tersebut.

Setelah mendengarkan hal tersebut, Abu Bakar kemudian melakukan kebiasaan Rasul dengan memberikan makanan pada pengemis Yahudi buta di ujung pasar. Namun, pengemis itu justru membentak Abu Bakar. Pengemis itu bertanya dengan nada tinggi siapakah orang yang memberinya makan. Abu Bakar menjawab jika ia adalah orang yang biasa menyuapinya.

Pengemis itu pun menentang bahwa Abu Bakar bukanlah orang yang biasa menyuapinya. Apabila orang yang biasa mendatanginya memberikan dan menyuapi makanan pada pengemis itu, maka ia tidak akan kesusahan dalam mengunyah dan menelannya. Hal ini dikarenakan, orang tersebut telah mengunyahnya terlebih dahulu di mulutnya kemudian diberikan pada pengemis yang sudah tua itu.

Setelah mendengar penjelasan pengemis itu, Abu Bakar pun terharu dan tidak dapat menahan tangis dan akhirnya ia menangis di hadapan pengemis tersebut. Mengetahui hal tersebut, pengemis itu menangis sambil meyakinkan bahwa memang orang tersebut adalah Nabi. Beliau selalu membawakan makan setiap paginya. Bahkan beliau menyuapi dengan rasa ikhlas dan tulus. Padahal pengemis itu selalu memfitnahnya, menghinanya, tapi tetap saja Rasul tidak pernah memarahinya. Pada saat itu pula, pengemis buta mengucapkan syahadat di depan Abu Bakar.

Kisah Rasulullah dengan pengemis buta di atas mengajarkan pada kita untuk selalu berbuat baik pada siapa saja, meskipun orang tersebut telah berbuat jahat pada kita. Banyak orang yang telah mencaci beliau, bahkan menyakiti beliau secara fisik. Tapi beliau memiliki hati yang sangat mulia sehingga beliau berbuat baik tanpa pandang bulu. Perilaku ini dapat kita jadikan contoh dalam hidup sehari-hari. Tanggung jawab kita hanya pada Allah sehingga apa yang kita lakukan hendaknya menuju ridho Allah. Oleh karena itu, berbuat baiklah pada setiap orang, maka kita akan mendapatkan manfaatnya.

ANDA PEREMPUAN WAJIB BACA!! JIKA KAMU MEMANG PRIA SEJATI TOLONG SAMPAIKAN KEPADA KENALAN DAN TEMAN PREMPUAN ANDA!!! KHUSUS WANITA!! WASPADA, JIKA PUT!NG P4YU*4RA KAMU SERING GATAL ITU ARTINYA KAMU SEDANG MENGIDAP PENYAKIT MEMATIKAN SEPERTI INI!! (AYO SEBARKAN)

Salah satu penyakit yang paling beresiko tinggi untuk kaum wanita yakni penyakit kanker pa***4ra yang bisa berekor pada kematian. Dan tahukah anda apabila nyatanya salah satu ciri wanita menderita kanker pa***4ra itu ditandai dengan pa***4ra yang kerap gatal.

Apakah anda pernah merasa put! ng pa***4ra yang sering gatal? hati – hati apabila anda kerap alami keadaan seperti ini lantaran put! ng pa***4ra yang kerap gatal bisa jadi ciri – ciri apabila anda menanggung derita kanker pa***4ra.

Dan untuk lebih terang lagi, mulai saat ini anda mesti lebih tahu apa sajakah ciri – cirinya apabila wanita menderita penyakit kanker pa***4ra. Dan seperti yang ditulis dari Tribunnews. com, tersebut dia salah satunya :



1. Ada benjolan di sekitaran pa***4ra
Salah satu tanda apabila wnaita memikul derita kanker pa***4ra yakni bisa dengan ditandai ada tonjolan di sekitaran pa***4ra. Tonjolan itu apabila dipegang akan merasa demikian keras, tidak bisa digerakkan dan tak ada tonjolan yang sama di pa***4ra sampingnya.

2. Ada kerutan di sekitaran pa***4ra
Mungkin saja saja sampai kini banyak orang menyampaikan kerutan jadi salah satu persoalan kulit atau masalah penuaan awal. Namun jika anda alami permasalahan kerutan di sekitaran pa***4ra perlu diwaspadai lantaran ini jadi satu diantara contoh apabila anda alami masalah kanker pa***4ra.

Kerutan di sekitaran pa***4ra sebagai sinyal anda menanggung derita kanker pa***4ra ini umumnya ditandai dengan kerutan berwarna sedikit hitam tidaklah terlalu besar dan memiliki permukaan yang kasar.

3. Pa***4ra bengkak dan kemerahan
Salah satu tanda bila wanita menderita penyakit kanker pa***4ra yakni dengan ditandai pa***4ra yang bengkak dan kemerahan. Disamping itu, warna kemerahan pada pa***4ra bakal memiliki rasa hangat apabila disentuh.

4. Gatal dan ruam di put! ng susu
Salah satu sinyal apabila wanita menderita penyakit pa***4ra yakni bisa ditandai dengan adanya rasa gatal dan ruam di puitng susu. Ruam ini umumnya bersisik yang menyebabkan rasa sakit dan gatal pada pa***4ra yang sulit untuk digaruk lantaran gatal seperti datang dari pada badan.

Diluar itu, gatal yang disebabkan oleh kanker pa***4ra juga memiliki intensitas yang tidak sama mulai dari gatal dalam skala kecil dan tidak menganggu dan ada juga yang cukup menganggu lantaran gatal tak dapat hilang.

5. Terjadi pergantian ukuran dan bentuk pa***4ra
Apabila pa***4ra wanita sering alami pergantian ukuran dan bentuk ini bisa perlu di cermati. Sebab, apabila wanita alami ukuran pa***4ra yg tak normal atau makin mengecil ini bisa jadi tanda apabila wanita menderita kanker pa***4ra.

Contohnya apabila ukuran pa***4ra yang awal mulanya berukuran besar yaitu 34 dan hanya jadi 32 (dalam ukuran bh). Jika wanita alami warna cairan susu seperti berwarna kecoklatan maupun merah darah hal sejenis ini sudah masuk dalam step kritis.

Nah, apabila wanita alami tanda – tanda di atas sebaiknya jangan sampai diabaikan dan dipandang sebelah mata. Lebih baik selekasnya berkonsultasi ke dokter karena penyakit kanker pa***4ra adalah penyakit paling beresiko apabila tidak segera sembuh.
http :// www. infoterhangat. com/2016/02/anda-perempuan-wajib-baca-jika-kamu. html

Sunday, March 27, 2016

Benarkah Nabi Adam, dari JANNAH singgah di SUMATERA ?


Ketika Nabi Adam dan isterinya, melanggar aturan ALLAH, maka dikeluarkanlah keduanya dari Jannah. Ada banyak pendapat tentang dimana tempat Nabi Adam dan isterinya turun.

Seorang ilmuwan Belanda Van K. Razanhover berpendapat bahwa Adam diturunkan di sebuah daratan yang dikenal dengan nama Yetch. Yetch merupakan sebuah daratan yang luas, yang kemudian tenggelam, dan menyisakan daratan yang kita kenal sekarang, sebagai negeri Belanda.

Menurut Razanhover, keturunan Adam pada awalnya adalah makhluk-makhluk raksasa, kemudian pada perkembangannya menjadi kerdil seperti sekarang ini. Dan kehidupan manusia menurutnya, sudah dimulai sejak jutaan tahun yang silam.

Pendapat Razanhover mengenai awal kehidupan umat manusia, nampaknya sejalan dengan pendapat Dr. Musthafa Mahmud, di dalam bukunya ”Bacaan Masa Depan”, beliau berpendapat bahwa ”Umur manusia di muka bumi lebih dari satu juta tahun,barangkali sepuluh juta tahun”.

Sementara itu, seorang penulis Irlandia, Lars F. Hoglund, berpendapat bahwa tempat turunnya Adam tidak lain adalah di wilayah Skandinavia (Finlandia, Island, Swedia, Denmark dan Norwegia). (sumber : Buku ”Para Penghuni Bumi Sebelum Kita”, karangan Muhammad Isa Dawud).

Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abi Hatim, yang diterimanya dari Abdullah bin Umar, menyatakan bahwa Adam turun ke dunia di Bukit Shafa, sedangkan Hawa turun di Bukit Marwah. Akan tetapi, riwayat dari Ibnu Abi Hatim ini terdapat versi lain, yang menyatakan bahwa tempat turunnya Nabi Adam di Bumi, berada di antara negeri Makkah dengan Thaif.

Di sisi lain, menurut riwayat Ibnu Asakir yang diperoleh dari Ibnu Abbas, menyatakan bahwa Nabi Adam turun di Hindustan dan Hawa turun di Jeddah. Dimana makna Jeddah berasal dari kata Jiddah, yang berarti nenek perempuan.

Syaikh Yusuf Tajul Khalwati berpendapat, Nabi Adam turun di Pulau Serendib. Beliau ketika itu menduga, Pulau Serendib adalah Pulau Ceylon (Sri Langka). (sumber : Tafsir Al Azhar, Juzu’ I, tulisan Buya HAMKA)

Tetapi berdasar penelitian, kata Serendib adalah bahasa Sanskerta yang ditulis dalam bahasa Arab, aslinya berasal dari kata Swarna Dwipa atau Sumatera, yang merupakan sebagian dari kawasan Keping Sunda (Sunda Plat).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

Meskipun ada kemungkinan Nabi Adam turun di Pulau Sumatera, namun awal perkampungan umat manusia bermula dari dataran Bakkah. Di dataran inilah, Nabi Adam dan Isterinya mulai membangun peradaban umat manusia.

Bakkah adalah nama kuno untuk daerah Makkah dan sekitarnya. Disanalah mula-mula tempat peribadatan didirikan (QS.3:96), dan Bakkah (Makkah) disebut juga Ummul Qura atau Ibu Negeri (QS.42:7).

Di sekitar Bakkah (Makkah), yakni Arafah, dinamai ‘tempat membanjirnya manusia (tempat bertolaknya orang-orang banyak)‘, dikarenakan berasal dari tempat inilah, manusia kemudian ‘membanjiri‘ pelosok bumi.

Sebagaimana firman-Nya…
”… afiidhuu min haitsu afaadha n-naas…”

yang bermakna
”… membanjirlah kamu dari tempat membanjirnya manusia…” (QS. Al Baqarah (2) ayat 199)

Fatal, Gara Gara Cagub DKI Ahmad Dhani Pegang Anunya Nikita Mirzani, Ini Akibatnya



Nikita Mirzani saat tampil di Logika Ahmad Dhani@you tube 



ISLAMNKRI.COM- Acara talkshow yang dipandu Ahmad Dhani ‘Logika Ahmad Dhani’ yang tayang di iNews mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat).

KPI mengeluarkan surat teguran tertulis dengan /K/KPI/03/16 pada 23 Maret 2016 lalu.

"Berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU

Tahukah Anda, Mengapa Bayi Pengemis Selalu Tertidur?


Dekat stasiun di sebuah kota besar duduk seorang wanita dgn usia yg tak diketahui. Rambutnya kotor, kepalanya tertunduk dalam kesedihan.

Wanita itu duduk di lantai kotor dan di sampingnya terletak sebuah tas.
Dalam tas itu orang melempar uang. Di tangan wanita, tidur seorang bayi berusia dua tahun. bayi itu berpakaian kotor.

Banyak orang yang lewat akan memberikan uang. Kami selalu merasa kasihan pada orang kurang beruntung. Kami siap untuk memberikan orang-orang malang itu kemeja terakhir kami, uang terakhir kami di dalam kantong tanpa ragu ragu.

Aku berjalan melewati seorang pengemis selama satu bulan . Tidak memberikan uang, karena saya tahu bahwa ini adalah geng yang dioperasikan dan uang yang dikumpulkan oleh pengemis akan diberikan kepada siapapun yang mengontrol pengemis di daerah tersebut, orang-orang yang memiliki banyak properti mewah dan mobil.

Sebulan kemudian, saya berjalan melewati pengemis, seketika saya merasa terkejut.

saya di persimpangan yang sibuk, menatap bayi, berpakaian seperti biasa yang sangat kotor. Saya menyadari bahwa itu tampak aneh, menemukan seorang anak kecil di sebuah stasiun kotor dari pagi hingga sore.

Bayinya tidur. Tidak pernah menangis atau menjerit , selalu tertidur, mengubur wajahnya di lutut seorang wanita yang disebut ibunya.

Apakah salah satu dari Anda memiliki anak-anak antara usia 1 sampai 3? Apakah Anda ingat bagaimana mereka tidak dapat tidur lebih dari 2 jam pada suatu waktu? Namun, anak-anak ini selalu tertidur. Selalu! Oleh karena itu kecurigaan saya tumbuh.

"Kenapa dia tidur sepanjang waktu?" Aku bertanya (kepada pengemis), menatap bayi.

Pengemis pura-pura tidak mendengar saya. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di kerah jaket lusuh nya. Saya mengulangi pertanyaan itu. Wanita itu mendongak , melhat saya, seakan kesal dengan pertanyaan saya.
"B*ngs*t" , bibirnya bergumam.

Di belakangku seseorang menaruh tangannya di bahuku. Aku menoleh ke belakang . Seorang pria tua itu menatapku tidak setuju: "Apa yang Anda inginkan darinya? kamu tidak melihat seberapa keras kehidupannya?." Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan melemparkannya ke kantong pengemis tsb.

Pengemis itu menunjukkan raut wajah wajah berterima kasih dan kesedihan pada umumnya. Orang itu melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan keluar dari stasiun.

Hari berikutnya aku menelepon teman. Dari teman saya, saya berhasil menemukan bahwa pengems itu adalah bisnis, meskipun terlihat spontanitas, jelas terorganisir dan diawasi oleh lingkaran organisasi kejahatan.

Anak-anak yang digunakan adalah anak hasil "menyewa" dari keluarga pecandu alkohol, atau hasil penculikan.

Saya membutuhkan jawaban atas pertanyaan - mengapa bayi tidur? Dan saya mendapatkannya. Teman saya mengatakan kepada saya dengan suara tenang, "Mereka diberikan heroin, atau vodka"

Aku tercengang . "Siapa yang diberikan heroin atau vodka?!"

Dia menjawab, " Anak itu, sehingga ia tidak berteriak. Wanita itu akan duduk sepanjang hari dengan dia, bayangkan bagaimana anak itu mungkin bosan?"

Dalam rangka untuk membuat bayi tidur sepanjang hari, ia dicekokin dengan vodka atau obat-obatan. Tentu saja, tubuh anak-anak tidak mampu mengatasi bahan2 keras tersebut. Dan anak-anak seringkali tewas. Hal yang paling mengerikan - kadang-kadang anak-anak meninggal selama "hari kerja" . seorang "ibu" harus memegang mayat anak kecil di tangannya sampai malam. Ini adalah aturan. Dan oleh orang yang lewat akan diberikan beberapa uang ke kantong pengemis, dan percaya bahwa mereka melakukan perbuatan baik. Membantu ibu tunggal.

Hari berikutnya saya sedang berjalan di dekat stasiun yang sama. Aku membawa identitas jurnalistik, dan sudah siap untuk pembicaraan serius. sayangnya pembicaraan tidak be rhasil. Namun, terjadi hal ini:

Seorang wanita sedang duduk di lantai dan di tangannya seorang anak kecil. Aku bertanya pertanyaan tentang akte kelairan anak, dan yang paling penting, di mana anak kecil kemarin yang ia diabaikan.

Kelakuan saya diprotes oleh orang yang lewat. Saya diberitahu bahwa saya sudah gila karena berteriak pada pengemis miskin dengan seorang anak. Pada akhirnya, saya dikawal keluar dari stasiun dalam kehinaan. Satu hal yang tersisa adalah untuk memanggil polisi. Ketika polisi tiba, pengemis dengan bayi menghilang .

Bila Anda melihat seorang wanita dengan seorang anak, mengemis, berpikir sebelum Anda menyumbangkan. Pikirkan tentang hal itu, jika bukan karena ratusan ribu pemberi sedekah, bisnis seperti ini sudah mati. Bisnis akan mati dan bukan anak-anak. Jangan melihat anak yang sedang tidur dengan kasih sayang. Lihat horor. Karena Anda membaca artikel ini , Anda tahu sekarang mengapa anak tersebut tidur di tangan pengemis.

Silakan berbagi. Dan ketika Anda memutuskan lagi untuk menyumbang ke pengemis, ingat bahwa amal yang anda lakukan bisa jadi kematian bagi anak kecil lainnya.

Semoga bermanfaat bagi pembaca maupun penyampai.
wassalam