Showing posts with label Kisah nabi. Show all posts
Showing posts with label Kisah nabi. Show all posts

Monday, March 28, 2016

INILAH KISAH PENGEMIS BUTA PENGHINA RASULULLAH

Saat Rasulullah tinggal di Makkah, ada seorang Yahudi yang bekerja sebagai pengemis di ujung pasar. Meskipun pengemis itu buta tapi ia selalu berkata pada orang yang dilalui Rasulullah agar tidak mendekati Rasulullah. Ia beralasan bahwa Nabi adalah tukang sihir, gila, dan pembohong. Jika mereka mendekati Nabi maka mereka akan terpengaruh.


Kisah pengemis buta penghina Rasulullah akan memberikan kita banyak pelajaran dalam kehidupan. Meskipun banyak hinaan dan cacian yang dilontarkan pada Nabi Muhammad SAW, Beliau tetap bersabar dan tidak pernah marah atas perilaku orang yang menghinanya. Setiap perilaku Rasulullah ini dapat dijadikan sebagai contoh agar mendapat ridho Allah.

Tiap pagi, Nabi pergi menuju ujung pasar dan membawa makanan yang akan diberikan pada pengemis buta itu. Rasulullah lalu menyuapi pengemis buta itu, meskipun pengemis itu selalu menghinanya dan mencacinya di hadapan orang banyak.

Hingga akhirnya Nabi wafat sehingga tidak ada lagi orang yang memberi dan menyuapi makan sang pengemis. Pada suatu hari, Abu Bakar mendatangi rumah anaknya, yakni Aisyah r.a. Ia menanyakan apakah ada sunnah Rasul yang belum ia kerjakan.

Kemudian Aisyah r.a menjawab pertanyaan tersebut. Ia berkata bahwa Abu Bakar adalah ahli sunnah hingga tidak adasatu sunnah pun yang tertinggal untuk dilakukan. Namun, terdapat satu sunnah yang belum ia kerjakan.

Abu bakar menanyakan apakah sunnah itu? Aisyah menjelaskan bahwa setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi menuju ujung pasar sambil membawakan makanan untuk pengemis buta dari Yahudi yang ada di pasar tersebut.

Setelah mendengarkan hal tersebut, Abu Bakar kemudian melakukan kebiasaan Rasul dengan memberikan makanan pada pengemis Yahudi buta di ujung pasar. Namun, pengemis itu justru membentak Abu Bakar. Pengemis itu bertanya dengan nada tinggi siapakah orang yang memberinya makan. Abu Bakar menjawab jika ia adalah orang yang biasa menyuapinya.

Pengemis itu pun menentang bahwa Abu Bakar bukanlah orang yang biasa menyuapinya. Apabila orang yang biasa mendatanginya memberikan dan menyuapi makanan pada pengemis itu, maka ia tidak akan kesusahan dalam mengunyah dan menelannya. Hal ini dikarenakan, orang tersebut telah mengunyahnya terlebih dahulu di mulutnya kemudian diberikan pada pengemis yang sudah tua itu.

Setelah mendengar penjelasan pengemis itu, Abu Bakar pun terharu dan tidak dapat menahan tangis dan akhirnya ia menangis di hadapan pengemis tersebut. Mengetahui hal tersebut, pengemis itu menangis sambil meyakinkan bahwa memang orang tersebut adalah Nabi. Beliau selalu membawakan makan setiap paginya. Bahkan beliau menyuapi dengan rasa ikhlas dan tulus. Padahal pengemis itu selalu memfitnahnya, menghinanya, tapi tetap saja Rasul tidak pernah memarahinya. Pada saat itu pula, pengemis buta mengucapkan syahadat di depan Abu Bakar.

Kisah Rasulullah dengan pengemis buta di atas mengajarkan pada kita untuk selalu berbuat baik pada siapa saja, meskipun orang tersebut telah berbuat jahat pada kita. Banyak orang yang telah mencaci beliau, bahkan menyakiti beliau secara fisik. Tapi beliau memiliki hati yang sangat mulia sehingga beliau berbuat baik tanpa pandang bulu. Perilaku ini dapat kita jadikan contoh dalam hidup sehari-hari. Tanggung jawab kita hanya pada Allah sehingga apa yang kita lakukan hendaknya menuju ridho Allah. Oleh karena itu, berbuat baiklah pada setiap orang, maka kita akan mendapatkan manfaatnya.

Sunday, March 27, 2016

Subhanaallah ,,, Inilah Yang Biasa Rasulullah Lakukan Di Rumah

Seperti yang kita tahu bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling mulia. Beliau selalu mengingat Allah dengan senantiasa beribadah dan memanfaatkan waktu hanya untuk bertaqwa pada-Nya. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk mengetahui kebiasaan Rasulullah agar kita dapat mencontohnya.


Apakah yang Biasa Rasulullah Lakukan di Rumah?
Rumah dapat dikatakan sebagai gambaran keluhuran akhlaknya. Di dalam rumah, seseorang dapat melakukan segala hal yang ia inginkan. Perlu bagi kita untuk mengetahui bagaimana kebiasaan Rasulullah di dalam rumahnya sebagai penutan umat islam dan pemimpin yang memiliki kedudukan sangat mulia.

Suatu hari, Aisyah pernah ditanya mengenai apa yang dilakukan oleh Rasulullah di dalam rumahnya. Kemudian, ia menjawab bahwa amalan Rasulullah setiap hari juga seperti manusia biasa, seperti menambal pakainnya sendiri, melayani diri beliau sendiri, dan memerah sapi.

Inilah tauladan sikap rendah hati dan tawadhu dari beliau. Beliau tidak pernah berniat untuk memberatkan orang lain dalam kondisi apa pun. Bahkan beliau juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga dimana sebagian besar laki-laki merasa bahwa pekerjaan itu adalah tanggung jawab seorang istri. Meskipun beliau dimuliakan, tapi beliau tidak segan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Rumah itu memancarkan cahaya Islam karena keberkahan di dalamnya. Beliau sering tidak mendapatkan makanan untuk dimakan. Sebuah hadist meriwayatkan bahwa An-Numan pernah melihat Rasulullah tidak mendapatkan kurma yang jelek sekalipun untuk mengganjal perutnya. Aisyah menjelaskan bahwa keluarga Rasulullah tidak pernah memasak selama satu bulan. Mereka hanya makan kurma dan air. Inilah kebiasaan Rasulullah SAW setiap hari.

Tak ada satu hal pun yang menghalangi atau menurunkan niat Rasulullah untuk mendekatkan diri pada Allah. Saat adzan berkumandang, beliau pun segera bangkit untuk pergi ke masjib menunaikan shalat dan meninggalkan segala aktivitas yang sedang ia kerjakan.

Riwayat lain berisi pertanyaan al-Aswad mengenai aktivitas apa yang dilakukan oleh Rasulullah di rumah. Kemudian, Aisyah menjawab bahwa Rasulullah biasanya membantu keluarga, tapi jika beliau mendengar adzan, beliau akan meninggalkan semua pekerjaan itu untuk pergi menuju masjid untuk menunaikan shalat.

Tidak ditemukan satu riwayat pun yang menjelaskan bahwa beliau pernah mengerjakan shalat di rumah, kecuali jika beliau sedang dalam keadaan sakit parah sampai beliau pergi menghadap Allah SWT.

Nabi Muhammad dikenal memiliki sikap lemah lembut. Namun, di sisi lain beliau juga memiliki sikap tegas. Bahkan beliau pernah marah ketika ada orang yang meninggalkan shalat wajib berjamaah dimasjid. Beliau juga bersabda bahwa Rasulullah ingin memerintahkan muadzin untuk mengumandangkan adzan dan iqamat. Lalu beliau memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam. Kemudian, beliau akan pergi bersama orang yang membawa ikatan kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid.

Berdasarkan kisah di atas, diketahui bahwa meskipun Rasulullah sudah ditetapkan masuk surga dan menjadi seorang nabi tapi beliau tetap mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dengan ikhlas beliau membantu pekerjaan istrinya karena tidak ingin memberatkan orang lain. Selain itu, diriwayatkan juga bahwa Rasulullah begitu tegas kepada umat-Nya yang tidak menunaikan ibadah shalat di masjid. Sebanyak apa pun pekerjaan yang sedang kita kerjakan, baik di rumah maupun di luar rumah, seharusnya setelah kita mendengar adzan maka kita bersiap-siap menuju masjid untuk shalat berjamaah. Subhanaallah

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini,semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin
Jika dalam penulisan atau kata-kata yang kurang pas,moahon maaf yang sebesar besarnya. Terimakasih
Wasallam

Friday, March 25, 2016

SUBHANALLAH !!! Mirip Moyang...Inilah Wajah Cicit Keturunan Rasullullah Yang Berwajah Putih Bersih Dan Kemerahan (( Mari kita share ke teman yang lain ))


KITA SEBAGAI UMAT MUSLIM SANGAT MERINDUKAN DAN INGIN MENATAP WAJAH NABI MUHAMMAD SAW

#Beliau adalah Assayyid Shaikh Muhammad Shobah Al Jailani Al Pakistani keturunan Sulthanul Auliya' Syeikh Abdul Qadir Al Jailani.

#Beliau disebutkan mempunyai muka mirip moyangnya yaitu Nabi Muhammad SAW

Beliau seseorang ulama' sufi keturunan Rasulullah dari generasi Saiyidina Hassan.

#Berdasarkan kitab Syamail Muhammadiah, diriwayatkan kulit Nabi Saw putih kemerahan. Bayangkanlah wajah Nabi Muhammad SAW yg dimaksud seperti sinar bulan purnama menerangi alam. Subhanaallah

Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca maupun penyampai,semoga para pembaca dan para penyampai mendapat pahala yang besar dari Allah SWT... Aamiin

Saturday, March 19, 2016

Benarkah Nabi Muhammad SAW Adalah Orang Keturunan Jawa yang Hidup di Arab ?

Benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab ? Pertanyaan aneh tersebut pernah menuntun kepada banyak perdebatan di media sosial bahkan dalam beberapa pengajian. Pertanyaan ini muncul sekitar tahun 2011 ketika salah satu pengguna sosial media dengan akun @SufiKota memaparkan pandangan yang dimiliki Cak Nun tentang garis keturunan nabi Muhammad SAW. Memang dalam sejarahnya sendiri kurang diketahui secara jelas silsilah keluarga dari ibunda Muhammad karena ada beberapa ketidak konsistenan dalam biografi Aminah sendiri. Beberapa sumber mengatakan bahwa Aminah tinggal bersama Ayahnya sementara yang lainnya berkata bahwa Aminah tinggal dibawah perlindungan kakeknya, Wahib bin Abdul Manaf.

Masa Kecil Nabi Muhammad SAW
Sebelum menjawab pertanyaan tentang “benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab?” ada baiknya kita mempelajari tentang perjalanan hidup nabi Muhammad SAW sewaktu ia kecil. Nabi Muhammad SAW yang memiliki nama panjang Muhammad bin Abdullah ini lahir pada tahun 570 M. dari hasil cinta Siti Aminah dan Abdullah bin Abdul Muttalib. Muhammad kecil hidup sebagai salah satu anggota Bani Hashim, salah satu keluarga di Mekkah yang cukup berpengaruh meskipun pada masa-masa awal hidup nabi Muhammad SAW, keluarga ini tidak begitu makmur. Ayahnya meninggal dunia ketika nabi Muhammad SAW masih berumur 6 bulan dalam kandungan, menyebabkan Aminah terpaksa melahirkan nabi Muhammad SAW sendirian. Demi mengikuti tradisi keluarga besar di Arab waktu itu, Muhammad harus dikirim untuk tinggal di padang pasir. Ada dua sumber yang menceritakan alasan kenapa Muhammad dikirim, dimana salah satu mengatakan bahwa tradisi Arab mengatakan kalau bayi yang hidup di padang pasir bisa mempelajari disiplin, budi luhur, dan kebebasan. Sementara sumber lain mengatakan bahwa Muhammad dikirim hanya karena keadaan di padang pasir lebih baik untuk bayi. Selama hidupnya di padang pasir, Muhammad diasuh oleh Halimah binti Abi Dhuayb, seorang wanita Badui dari kaum Bani Sa’ad.


Ketika berumur 2 tahun, nabi Muhammad SAW kembali pulang dan bertemu dengan ibunya. 3 tahun berlalu dan Aminah mengajak nabi Muhammad SAW untuk pergi ke Yathrib (sekarang Madinah) demi bertemu keluarga dari sisi Aminah dan memperkenalkan kota itu kepada Muhammad kecil, dan mereka menghabiskan satu bulan tinggal di Yathrib. Hal yang tidak diinginkan selalu terjadi, dan begitu juga kali ini ketika mereka sedang melakukan perjalanan pulang. Baru berjalan 23 mil dari Yathrib bersama budak mereka Ummi Ayman, Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia pada tahun 577 dimana jenazahnya kemudian dikebumikan di desa Abwa’. Kehilangan ibunya membuat Muhammad kecil menjadi seorang yatim piatu, dan kemudian ia diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muttalib.

Dugaan Nabi Muhammad SAW Adalah Keturunan Jawa
Tidak banyak sejarah masa muda Muhammad yang dapat menjawab pertanyaan “apa benar nabi Muhammad SAW merupakan keturunan Jawa yang hidup di Arab?”,

Baca Selengkapnya >>

Monday, February 29, 2016

Kisah Malaikat Izrail yang Menangis dan Tertawa Saat Mencabut Nyawa Yang Membuat Nangis Membacanya


islami

Kematian merupakan rahasia Ilahi dan tidak ada satu pun manusia yang dapat mengetahuinya. Tidak dapat dipastikan tibanya kapan, penyebabnya pun terkadang adalah sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. Bahkan ada orang yang awalnya sehat, semenit kemudian bisa meninggal jika sudah ajalnya.

Dalam kitab Tadzkirah karangan imam
Qurthubi dijelaskan, rahasia Allah SWT terhadap ajal ini telah membuat Malaikat Izrail menangis dan tertawa saat akan mencabut nyawa. Ia menyaksikan bagaimana manusia dengan percaya diri akan menyambut hari esok, tanpa mengetahui bahwa esok adalah hari kematiannya.


Kisah ini dijelaskan dalam kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi. Ia merupakan ahli tafsir terkemuka di kalangan Ahlussunnah.

ALLAH swt. bertanya kepada malaikat maut: “Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?”

Maka Malaikat pun menjawab: “Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget.”

“Apa yang membuatmu tertawa?”

“Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, ‘Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun’,”.

“Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya.”

Allah swt. lalu bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?”

Maka malaikat menjawab: “Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu.”

“Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?”

Malaikat menjawab: “Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya, setiap kali Aku mendekatinya cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku, lalu kucabut nyawanya disertai cahaya tersebut.”

Allah swt bertanya lagi: “Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?

“Tidak tahu, ya Allah.”

“Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kau cabut nyawanya di gurun pasir gersang itu, Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya.”

Monday, February 15, 2016

Kisah Nabi Muhammad : Keajaiban Saat Detik-Detik Kelahirannya


Sebagai manusia pilihan dari Tuhan semesta alam yang di utus untuk menyampaikan ajaranNya, Rosululloh Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam sejak didalam kandungan telah membawa wibawa wibawa dan prabawa yang tidak dimiliki oleh bayi bayi pada umumnya. Diantara keajaiban keajaiban saat kelahiran nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam adalah seperti berikut ini :

- IBUNDANYA MERASA TENTRAM
Biasanya, seorang wanita yang sedang mengandung akan sangat cepat merasa lelah dan juga sering khawatir apakah nanti anaknya akan lahir dengan sempurna ataukah tidak. Namun keadaan tersebut tidak dirasakan oleh ibunda kanjeng nabi, Sayyidah Aminah, dan ini adalah salah satu keajaiban bawaan dari Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.

Sudah sangat lazim bagi orang yang akan melahirkan pasti akan merasakan sakit luar biasa ketika dalam proses melahirkan. Namun ibunda kanjeng Nabi sama sekali tidak merasakan sakit bahkan sebaliknya, perasaannya bertambah tentram.

- LAHIR SUDAH BERKHITAN
Keajaiban yang lain adalah Rasulullah Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam lahir sudah dalam keadaan di khitan. Subhanallah.

- MEMBERI EFEK BURUK BAGI IBLIS
Kelahiran Nabi Muhammmad sholallohu 'alaihi wasallam membawa effek buruk bagi iblis dan setan setan. Setan setan yang biasanya naik turun ke langit untuk mencuri curi dengar soal kabar kabar ghaib dari para malaikat menjadi tidak bisa lagi melakukan aktifitas mencuri berita dari langit.

- AIR SUSU MELIMPAH DAN TERNAK BERKEMBANG
Halimah Al Sa'diyyah, Ibu susuan Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam, sebelum menyusui kanjeng nabi sebenarnya dia adalah seorang wanita yang telah kering air susunya. Namun ajaib, ketika beliau mau menyusui rosulullah, air susunya tiba tiba menjadi sangat melimpah.

Begitu juga dengan ternak ternak peliharaannya, semakin bertambah banyak dan gemuk gemuk.

- KABAR KELAHIRAN NABI MUHAMMAD DALAM TAURAT
Ka'abul Akhbar berkata :" Aku melihat dalam kitab Taurat bahwa Allah telah mengabarkan tentang kelahiran Nabi besar Muhammad. Allah berfirman :" Ketika bintang yang sudah kalian kenal dengan nama bintang TSABIT itu bergerak dan berjalan dari tempatnya maka saat itulah Nabi Muhammad lahir.

Peristiwa berjalannya bintang tsabit telah disaksikan oleh orang orang yahudi. Tetapi mereka tidak mengabarkan tentang kelahiran Nabi Muhammad sang nabi akhir jaman. Mereka menyembunyikan kabar baik itu karena iri dan dengki yang bercokol dalam hati mereka.

- KABAR KELAHIRAN NABI MUHAMMAD DALAM KITAB INJIL
Kepada kaumnya Nabi Isa alaihissalam Allah juga telah mengabarkan tentang kelahiran Nabi Muhammad, seperti yang tertulis dalam kitab mereka Injil, " Ketika pohon pohon kurma yang telah kering (mati). tiba tiba krluar daunnya, maka saat itulah Nabi Muhammat telah lahir ke dunia.

Dan kabar yang tertulis dalam kitab injil itu benar benar terjadi. Karena pohon pohon kurma yang telah kering (mati) pada jaman itu kembali mengeluarkan daun daun yang segar. Hal itu diketahui oleh golongan golongan Nasrani terutama para pemimpin agama mereka. Namun mereka menyembunyikan kabar tersebut karena iri dan dengki.

- KABAR KELAHIRAN NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ZABUR
Dalam kitab Zabur, Allah Azza wajalla memberi tanda tanda kepada umatnya Nabi Daud tentang kelahiran Nabi Muhammad yaitu berupa tanda, "Ketika mata air yang telah kalian kenal kering airnya, tiba tiba memancarkan air dengan derasnya, maka pada saat itulah waktu kelahiran Nabi Muhammad telah tiba".

Ketika nabi muhammad lahir ke dunia, tanda tanda yang dikabarkan dalam kitab Zabur itu benar benar muncul dan mereka mengetahuinya. Namun mereka menyembunyikan kabar baik itu.

- PATUNG-PATUNG DISEKITAR KA'BAH AMBRUK
Kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthollib pernah berkata, "Ketika aku sedang berada di dalam ka'bah, dimana waktu itu ka'bah masih dipenuhi patung patung sesembahan, tiba tiba patung patung itu jatuh dari tempatnya dalam posisi bersujud di lantai ka'bah.

Kemudian aku mendengar suara dari balik dinding ka'bah yang berbunyi, "Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang orang kafir dan membersihkan diriku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuk menyembah kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam.

Keajaiban yang terjadi pada tetumbuhan pada saat kelahiran nabi muhammad adalah menghijaunya tetumbuhan yang tadinya telah kering, buah buahan yang masak dengan cepat dan melengkungnya ranting ranting pohon tersebut agar orang orang mudah memetik buahnya.

Kemudian tingkah binatang binatang peliharaan orang orang Quraisy seolah olah ikut bersuka cita atas kelahiran nabi muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.

Keajaiban yang lain adalah berhala berhala sesembahan di istana istana kaum kafir roboh bergelimpangan.


DETIK-DETIK KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SHOLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM


Dalam kitab “An-ni’matul Kubraa’alal Aalam karya Imam Shihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i , pada halaman 61 dijelaskan :

Sudah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Rabiul Awwal) ketika hari-hari menjelang kelahiran Baginda Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam sudah semakin mendekati, Allah swt semakin melimpahkan bermacam anugerahNya kepada keada Sayyidah Aminah mulai lepas 1 hingga malam lepas 12 Rabiul Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Di Malam Pertama (ke 1) :
Allah swt melimpahkan segala kedamaian serta ketentraman yang luar biasa sebagai akibatnya dia (ibunda Nabi Muhammad saw), Sayyidah Aminah mencicipi ketenangan dan kesegaran jiwa yg belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam kedua :
datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yg luar biasa asal Allah swt.

Pada malam ke tiga :
tiba seruan memanggil “Wahai Aminah… telah dekat waktu kamu melahirkan Nabi yg agung serta mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji serta bersyukur pada Allah swt.”

Pada malam ke empat :
Sayyidah Aminah mendengar suara berbagai macam tasbih para malaikat secara jelas dan nyata.

Di malam ke lima :
Sayyidah Aminah bermimpi (berjumpa) Nabi Allah Ibrahim Alaihi Salam.

Pada malam ke enam :
Sayyidah Aminah menyaksikan cahaya Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam memenuhi alam semesta.

Pada malam ke tujuh :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi rumahnya membawa berita gembira sehingga kebahagiaan serta kedamaian semakin memuncak.

Di malam ke delapan :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tadi terdengar jelas mengumandangkan “Bahagialah wahai semua penghuni alam semesta, sudah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah swt Pencipta Alam Semesta.”

Di malam ke sembilan :
Allah swt semakin mencurahkan rahmat belas kasih kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa duka, sakit, susah, pada jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke sepuluh :
Sayyidah Aminah menyaksikan tanah Tho’if dan Mina ikut bersuka cita menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam .

Pada malam ke sebelas :
Sayyidah Aminah menyaksikan seluruh penghuni langit dan bumi ikut bergembira menyongsong lahirnya Sayyidina Muhammad sholallohu alaihi wasallam .

Malam saat saat kelahiran Rasulullah, tepat tanggal 12 Rabiul Awwal jam 2 pagi. Pada malam ke 12 ini langit dalm keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Allah Ta ala di sekitar Ka’bah. Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorangpun yg menemaninya.

Tiba tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah serta perlahan lahan muncul empat perempuan yg sangat cantik, bagus, dan jelita diliputi menggunakan cahaya yang memancar berkemilau dan semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Perempuan pertama datang & berkata,”sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan seluruh alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah saya, bahwa aku ialah istri Nabi Allah Adam AS, ibunda semua umat manusia...saya diperintahakan Allah buat menemanimu.”
lalu datanglah wanita ke 2 yg menyampaiakan berita gembira, “aku adalah istri Nabi Allah Ibrohim Alaihissalam diperintahkan Allah swt buat menemanimu.”

Begitu pula menghampiri, wanita yg ke 3,”saya adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan Allah buat menemanimu.”

Datanglah perempuan ke empat,”saya ialah Maryam, ibunda Isa Alaihissalam menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.”
sehingga semakin memuncak rasa kebahagiaan dan kedamaian ibunda Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam, yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bersinar berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah serta mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah Ta ala dengan menggunakan banyak sekali macam bahasa yang berbeda.

Sesaat berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka serta terlihat oleh beliau beragam bintang di angkasa yg sangat indah berkilau saling beterbangan.

Berikutnya Allah ..... memerintahkan kepada Malaikat Ridwan supaya mengomandokan semua bidadari syurga agar berdandan indah serta rapih, menggunakan segala macam bentuk perhiasan kain sutra menggunakan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian syurga yg harum semerbak ke segala arah. Kemudian trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh sang Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu suka cita (gembira).

Lalu Allah Ta ala memanggil : “Yaa Jibril… serukanlah pada seluruh arwah para nabi, para rasul, para wali supaya berkumpul, berbaris rapih, bahwa sesungguhnya Kekasihku cahaya pada atas cahaya, agar disambut dengan baik serta suruhlah mereka menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… perintahkanlah kepada Malaikat Malik supaya menutup pintu2 neraka dan perintahkan kepada Malaikat Ridwan buat membuka pintu-pintu syurga dan bersoleklah kamu dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasihKu Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… bawalah trilyunan malaikat yg terdapat di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah KekasihKu Muhammad saw sudah siap buat dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhir zaman.”

Serta turunlah seluruh malaikat, maka penuhlah isi bumi ini menggunakan trilyunan malaikat. Lalu ibunda Rasulullah saw pada bumi, dia melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi serta memenuhi seluruh jagat raya.

Pada ketika itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, serta di waktu itu pula datanglah burung putih berkilau cahaya mendekati Sayyidati Aminah dan mengusapkan sayapnya di Sayyidah Aminah, maka di ketika itu juga lahirlah Muhammad Rasulullah sholallohu alaihi wasallam serta tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tidak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam bersujud kepada Allah Azza wa jalla seraya mengucapkan, “Allohu akbar.... Allohu akbar.. Walhamdulillahi katsiro, wasubhanallahibukrotan wa asiilaa.”

Semakin memuncaklah kegembiraan semua alam dunia dan semesta serta terucaplah...
“Yaa Nabi Salam Alaika… Yaa Rasul Salam Alaika… Yaa Habib Salam Alaika… Sholawatulloh Alaika....”

Matanya bagaikan telah dipakaikan sifat mata, senyum indah terpancar dari rupanya dan hancurlah berhala-berhala dan bergembira-lah seluruh alam semesta menyambut kelahiran Nabi yg mulia.

Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa alihi washohbihi wasallim

“Yaa Nabi Salam Alaika… Yaa Rasul Salam Alaika… Yaa Habib Salam Alaika… Sholawatulloh Alaikaa.... ”
Salam sejahtera untukmu duhai nabiku...

Demikian artikel tentang Kisah Nabi Muhammad : Keajaiban Saat Detik Kelahirannya.
Semoga menambah rasa cinta kita kepada beliau Sholallohu alaihi wasallam.