Sunday, March 20, 2016

Bacalah Untuk Anda Yang Ingin Segera Mendapat Jodoh Dan Menikah

Meskipun Allah telah menyediakan jodoh bagi setiap manusia, tapi jika kita tidak berusaha menjemputnya, bagaimana kita tahu jika ia adalah jodoh kita. Meskipun demikian, kita juga tidak harus menggebu-gebu dalam mencarinya karena lebih baik jika kita juga menyerahkan yang terbaik dari Allah.


1. Selalu memperbaiki diri
Jika kita tidak kunjung menemukan jodoh maka instropeksi dirilah, apakah kita pernah menyakiti orang lain. Kalaupun iya, segeralah bertaubat dengan meminta maaf kepada orang tersebut dan terus memperbaiki diri. Kita sering menyebutnya dengan hukum karma. Jangan mentang-mentang wajah kita cantik dan ganteng, kemudian kita bisa meninggalkan pacar dengan begitu mudahnya. Jika ia memiliki dendam dan tidak memaafkan kita, maka inilah yang akan berbahaya. Ingatlah bahwa doa orang yang teraniaya adalah doa yang tidak ditolak oleh Allah. Oleh karena itu, lebih baik jika kita langsung taaruf, jika sudah merasa yakin dan cocok maka langsung menikah. Sebelumnya lafalkan doa agar cepat dapat jodoh dan menikah sebagai bentuk tawakal pada Allah.

2. Niat kuat untuk mendapatkan jodoh
Meskipun Allah telah menyediakan jodoh bagi kita, jangan sampai hal ini membuat kita hanya diam dan pasrah dalam mendapatkan jodoh. Allah senantiasa memerintahkan kepada umat-Nya untuk berusaha, termasuk dalam mencari jodoh ini. Oleh karena itu, jodoh yang sudah ada harus kita jemput melalui berbagai orang atau cara. Dari seorang teman, guru, atau yang lain bisa saja kita menemui jodoh kita. Bahkan, ada beberapa orang yang mengikuti biro jodoh dan menemukan pasangan hidupnya. Apabila tekad kuat sudah ada pada diri kita sehingga usaha yang dilakukan pun juga akan lebih maksimal dan hasilnya kita akan segera berjumpa dengan jodoh kita, terlebih jika ditambahkan doa mendapatkan jodoh yang diinginkan.

3. Melupakan trauma masa lalu
Sebelumnya mungkin kita pernah dilukai, dizalimi, ataupun di khianati oleh pasangan. Namun, untuk apa berlama-lama sedih dan memikirkan hal yang menyakitkan. Oleh karenanya, beranjaklah dari pengalaman yang tidak enak itu untuk menatap masa depan. Berusahalah untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi dengan memaafkannya karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan kesedihan selamanya bagi umat-Nya. Apabila rasa trauma itu masih ada maka kita akan takut untuk memulai hubungan baru, bukannya mendapatkan jodoh tapi kita akan lebih jauh dengan jodoh. Berpikir positif akan mengantarkan kita pada kemudahan.

Baca Selengkapnya >>

Arti Warna Urin Tanda Kesehatan Yang Perlu Kalian Ketahui

Sepele dan agak jorok sebenarnya bila membahas tentang urine atau air kencing. Tapi ada baiknya untuk mengetahui penyebab warna urin, agar kita sedini mungkin dapat memperoleh informasi bermanfaat tentang arti warna urin tanda kesehatan tubuh.

Sahabat kejadiananeh.com pernahkah kamu mengalami ketika buang air kecil tiba-tiba kok warnanya berubah menjadi aneh dan ganjil. Biasanya berwarna bening, kuning ataupun tidak ada warna sama sekali.

Namun tiba-tiba berubah menjadi merah, biru, hijau ataupun berbusa. Memangnya ada air kencing berwarna merah ataupun biru? Jangankan itu, warna putih susu ataupun hitam juga ada. Lebih jelasnya simak berikut ini, 7 Arti Warna Urin yang Menandakan Kondisi Kesehatan Tubuh.

1. Air Kencing Berwarna Gelap Cokelat / Hitam

Jika kamu pernah mengalami buang air kecil warnanya gelap seperti Cokelat atau Kehitaman itu bukanlah akibat terlalu banyak mengkonsumsi coklat Silver Queen, tanah liat ataupun lumpur Lapindo hehehe.

Seseorang bila sampai urinnya bisa berwarna gelap itu tandanya hati (bukan perasaan loh) tidak berfungsi dengan baik. Biasanya kondisi kesehatan ini terjadi pada seorang penderita liver, hepatitis.


Penyebabnya adalah garam empedu yang seharusnya dibuang lewat saluran Feses ternyata ikut masuk dan larut dalam air seni (kencing). Ini semua disebabkan karena konsentrasi yang terlalu tinggi di dalam darah.

Dan air kencing yang berwarna gelap kecoklatan atau hitam juga bisa menandakan seseorang sedang mengalami dehidrasi berat. Kalau hal ini sampai terjadi, jangan pernah meremehkan, segera lakukan pemeriksaan medis kesehatan.

2. Penyebab Urin berwarna Merah atau Pink seperti Darah

Saat buang air kecil tiba-tiba berwarna merah atau merah muda (pink) seperti darah memang sangat mengerikan. Kita pasti bertanya-tanya ada apakah gerangan dengan kondisi kesehatan kita.

Tapi tenang saja ini bukanlah gara-gara serangan santet penyakit, bakteri ataupun virus. Warna air kencing merah itu menandakan bahwa ada peradangan/ infeksi saluran kemih (batu kemih), batu ginjal, ataupun kanker prostat. Lah kok jadi lebih mengerikan?

Lah iyalah, makanya buruan berobat ke Dokter, sebelum semuanya semakin bertambah suram parah. Tapi lain halnya jika kamu habis mengkonsumsi makanan, obat ataupun buah-buahan contohnya seperti sayuran Rhubarb (semacam pohon keladi/talas) dan buah Blackberry, bukan blueberry loh sudah pasti pipisnya berwarna merah ataupun pink.

3. Arti Warna Urin Kuning

Pada umumnya kondisi kesehatan yang sehat/normal pada seseorang rata-rata urinnya berwarna kuning, meskipun warna kuning ini masih bisa terbagi lagi dalam beberapa tingkat kepekatan.

Misal kuning transparan (agak pucat) ini artinya tubuh kita sehat dan tidak ada masalah dengan ginjal ataupun organ tubuh lainnya. Tapi jika warna kuning agak keruh seperti warna pada Madu ini tandanya tubuh kita kekurangan cairan, solusinya perbanyak minum air putih.

4. Mengapa Air Kencing Berbusa?

Hampir semua orang pasti pernah merasakan kencing berbusa. Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi ini. Penyebab urin bisa berbusa karena kandung kemih sedang penuh-penuhnya, biasanya terjadi saat kita menahan kencing ataupun ketika kita terbangun di pagi hari.

Begitu pipis, air ini akan meluncur dengan derasnya, ya wajar saja kalau berbuih. Tapi lain halnya jika frekuensi air kencing berbusa ini terjadi setiap hari, dan kita tidak dalam keadaan menahan pipis.

Bisa jadi ini pertanda kamu terkena penyakit ginjal, sebab ciri-ciri pada seorang penderita penyakit ginjal akut akan selalu mengeluarkan banyak Proteinura (kondisi urin terlalu banyak protein).

Ini pun juga harus disertai dengan tanda-tanda pembengkakan pada kaki, tangan ataupun wajah, nyeri di punggung, mual dan merasakan 'lelah' sehabis buang air kecil. Untuk lebih jelasnya, tanyakan saja pada Bu Dokter.

Baca Selengkapnya >>

Inilah Waktu Hubungan Intim Bisa Bernilai Sedekah, Ibadah dan Ketaatan



“Hubungan intim kalian (suami-istri) adalah sedekah.” (Sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dari sahabat Abu Dzar). Lalu kapan hubungan intim atau seksual bisa bernilai ibadah?

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

Artinya :

“Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006).

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan, “Budh’i dalam hadits, yang dimaksud adalah jima’ atau bisa bermakna kemaluan. Kedua makna tersebut benar. Hal ini menunjukkan bahwa suatu hal yang mubah bisa dinilai suatu ketaatan jika didasari niat yang benar.

Jima’ (bersetubuh atau hubungan intim) bisa bernilai ibadah jika maksudnya adalah untuk menunaikan hak istri, bergaul baik dengannya, dan melakukan kebajikan sebagaimana yang Allah perintahkan. Di samping itu, jima’ bisa bernilai ibadah bila maksudnya untuk memperoleh keturunan yang sholeh, membentengi diri agar tidak terjerumus dalam zina, agar pasangan tidak memandang hal-hal yang diharamkan, juga agar tidak berpikiran atau bermaksud yang bukan-bukan, atau niatan baik lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 83-84).

Baca Selengkapnya >>