Friday, March 18, 2016

Inilah 2 Waktu Tidur yang Dilarang Dalam Islam


Tidur merupakan aktivitas yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Rasul mengatakan bahwa tubuh kita mempunyai hak untuk beristirahat. Tidur juga meremajakan kembali kulit tubuh dan menyegarkan jiwa. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang menurut Rasul, hendaknya dihindari.

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh
Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya,” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).

Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :

“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalig – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa,” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

2. Tidur Sebelum Shalat Isya’
Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya,” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan :

“Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”


Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) :

“Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”

Wajib Baca !!! Inilah Waktu Utama dan Mustajab Untuk Mengerjakan Shalat Tahajud

Salat Tahajud memiliki kelebihan dibanding
dengan salat sunnah lainnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa waktu pelaksanaan salat ini bertepatan dengan turunnya Allah SWT ke dunia. Dia mengabulkan setiap doa hamba-hambaNya yang memohon dalam doa.

Maka dari itu tidak sedikit umat Islam dengan niat yang kuat berlomba-lomba untuk bisa bangun mendirikan salat malam ini. Memang, dibanding dengan salat sunnah lainnya, Tahajud memiliki kelebihan tersendiri.


Pelaksanaannya dilakukan malam hari layaknya ibadah sembunyi-sembuyi. Namun tidak sedikit yang masih bingung kapan waktu yang mustajab untuk melaksanakan salat ini. Tidak jarang ada yang terlalu cepat atau justru terlambat melaksanakannya.

Berikut ini waktu mustajab sesuai hadist Rasulullah SAW.

Baca Selengkapnya >>

Lakukan 2 Menit Setiap Malam, Insya Allah Terhindar dari Azab Kubur


Ada satu amalan yang dapat menjauhkan setiap muslim dari siksa kubur yaitu cukup dengan...


Pedihnya siksa kubur bagi manusia yang berdosa banyak digambarkan dalam Alquran dan juga hadits. Setiap manusia yang banyak melakukan dosa besar semasa hidupnya di dunia akan mendapatkan balasan berlipat ganda di dalam kuburnya.

Namun terdapat amalan yang dapat menjauhkan kita dari siksa azab kubur. Apa sajakah amalan itu? Dengan meluangkan waktu selama 2 menit setiap malam, maka kamu akan terhindar dari azab kubur.

Alam kubur merupakan alam penantian menuju akhirat tetapi dalam alam ini Allah telah memperlihatkan bagaimana ganjaran bagi setiap hambanya yang taat dan juga yang berdosa.

Bagi setiap hamba yang taqwa dan beriman kepada Allah akan mendapat fasilitas kenikmatan seperti di surga, tetapi bagi hamba yang membangkang dan banyak melakukan dosa semasa hidupnya akan mendapat siksa kubur yang amat pedih.

Ada satu amalan yang dapat menjauhkan setiap muslim dari siksa kubur yaitu cukup dengan membaca surat Tabarak yaitu surat ke 67 atau surat Al-Mulk setiap malam maka akan terhindar dari siksa azab kubur yang amat pedih.

Luangkan waktu sekitar 2 menit saja setiap malam untuk membaca amalan penyelamat siksa kubur ini dengan khusu dan meminta pertolongan kepada Allah dari azab kubur yang dapat mengintai kita.
Baca Selengkapnya Klik disini