Banyaknya menteri dalam Kabinet Kerja yang melakukan blusukan ke berbagai tempat, mengusik Tantowi Yahya untuk berkomentar. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan para menteri sebaiknya tidak terjebak dengan aksi simbolik. Jika blusukan dilakukan cukup sering, maka sudah seperti bentuk pencitraan.
“Kalau menurut saya enggak apa-apa sih (blusukan), asal pemerintah tidak terjebak menjadi pemerintahan simbolik. Apabila dilakukan simbolisasi saja, bolehlah kalau pertama-pertama melakukan blusukan supaya rakyat merasakan,” katanya seperti dikutip Kompas.
Tantowi melanjutkan, para menteri adalah pembantu presiden yang memiliki tugas dalam membuat kebijakan. Terlalu banyak blusukan menimbulkan pertanyaan sejauhmana kerja menteri untuk menetapkan kebijakan tersebut. Karena permasalah negara itu cukup kompleks, maka kerja menteri tidak boleh hanya berbentuk simbolik.
“Menteri itu melakukan atau mengeluarkan kebijakan, dan yang bawah melaksanakan kebijakan. Kalau yang di atas turun juga siapa yang buat kebijakan,” ujar Tantowi..
Beberapa menteri dari pemerintahan Jokowi memang melakukan blusukan beberapa waktu lalu. Misalnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, mengunjungi Pangandara dan bertemu dengan masyarakat dan nelayan. Sementara Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan blusukan ke Bandara Soekarno Hatta. Sementara Menteri Ketenagakerjaan hanif Dhakiri dijadwalkan mengunjungi penampungan TKI illegal di Bekasi.






0 comments:
Post a Comment