Bentrok TNI Polri di Batam, Kepulauan Riau, yang terjadi pada Rabu, tanggal 19 November 2014 lalu, masih diusut lebih mendalam. Ada satu versi yang menyebutkan bahwa pertikaian antara anggota TNI dan anggota polisi dari Brimob Polri tersebut awalnya disebabkan karena saling tatap mata dan kemudian cekcok di sebuah rumah makan di Batam.
“Belum tahu sebabnya. Apakah mungkin salah satu pihak kurang dilayani. Jumlah anggota Brimob mungkin di situ (rumah makan) banyak. Anggota TNI sedikit. Lalu ada yang tersinggung,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, beberapa waktu lalu.
Namun, ada versi lainnya yang berbeda. Penyebab terjadi bentrok TNI dan Polri di Batam berawal dari perselisihan saat hendak mengisi bensin. Akibatnya, anggota TNI memberondong markas Brimob Polri dengan senjata api. Dikutip dari Kompas, ada satu orang anggota TNI yang tewas karena tertembak.
“Kejadian sebenarnya, kita masih terus selidiki. Hal seperti ini harus benar-benar valid, dan disampaikan kepada masyarakat dengan benar. Berita yang diperoleh dari media apa saja saat ini masih tunggu informasi dari narasumber, dari Kapolres, Kapolda, dan Kasat,” papar Ronny F Sompie.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Sutarman, menyatakan bahwa kondisi di Batam saat ini sudah dijamin aman. “Kami menjamin Batam tetap kondusif dan aman bagi investor yang sudah memiliki usaha dan calon investor yang hendak berinvestasi,” tandas Sutarman di Batam, Jumat (21/11/2014).
“Kami menjamin keamanan di Batam. Semua harus menjalin komunikasi sebaik-baiknya. Jangan sampai ada lagi tindakan yang mengakibatkan suasana tidak kondusif dan berdampak besar pada iklim investasi Batam,” lanjutnya.






0 comments:
Post a Comment