Seiring dengan rencana diberlakukannya larangan bagi motor untuk melewati beberapa ruas jalan utama di Jakarta, PT Transjakarta segera mengoperasikan bus tingkat di jalur tersebut. Pemilihan busa tingkat dipilih lantaran lebih mudah untuk membelok dibandingkan menggunakan bus gandeng. Apalagi, bus ini bakal menyatu dengan kendaraan lain di jalur kiri.
“Cara nyopir bus gandeng itu beda lho, agak susah. Soalnya pas kepalanya udah belok, buntutnya belum. Bus gandeng itu, kalau belok, buntutnya bisa kena kendaraan lain kalau treknya enggak lurus-lurus amat. Itu yang kita hindari,” kata Antonius NS Kosasih, Direktur Utama PT Transjakarta, seperti dikutip Kompas.
Bus tingkat ini nantinya tidak terlalu terburu-buru jalannya. Pasalnya busa berada di lajur pelarangan motor. Adanya bus tingkat gratis ini membuat dapat mengefisienkan jarak kedatangan di halte.
“Nanti jumlah busnya ini banyak. Kalau bus gandeng, nanti memakan badan jalan lebih banyak. Jadi kalau jumlahnya banyak mending bus tingkat. Kapasitasnya banyak, tapi memakan badan jalannya lebih dikit,” ujar Kosasih.
Kebijakan untuk melarang sepeda motor melewati jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat segera diberlakukan Desember 2014. Untuk mempermudah warga yang biasa mengakses jalur tersebut memakai motor, Pemprov DKI Jakarta segera mengadakan 100 bus tingkat gratis. PT Transjakarta selaku pengelolanya/
Daya tamping satu unit bus tingkat maksimal 140 orang. Jumlahnya yang banyak sangat berguna mengakomodasi warga Jakarta yang punya mobilitas tinggi untuk mengakses angkutan umum.
Foto: Kompas






0 comments:
Post a Comment