Sunday, November 2, 2014

Pemakaman Mayang Prasetyo Dipenuhi Warga yang Ingin Tahu

mayang

Mayang Prasetyo yang merupakan korban pembunuhan oleh seorang warga Australia sekaligus juga teman dekatnya, Sabtu (1/11) telah tiba di rumah duka yang beralamat Kelurahan Segalamider, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung. Mayang yang memiliki nama asli Andri Febriansyah adalah seorang transgender dengan wajah yang cantik.

Kematian Mayang yang tragis membuat masyarakat sekitar rumahnya berkumpul dan penasaran ingin menyaksikan dari dekat seperti apa pemakamannya.

“Ke sini mau tahu aja ya, kok bisa ya perginya dalam keadaan baik-baik tapi sekarang pulang dalam keadaan yang mengenaskan begitu,” ungkap Uun, seorang yang turut berkumpul di rumah Mayang.

Kedatangan jenazah Mayang sendiri disambut tangis oleh ibu, adik-adik, serta keluarganya. Selama hidup pria yang pernah melakukan operasi plastik di Thailand tersebut memang dikenal menjadi penopang ekonomi keluarganya di Lampung.

Jenazah Mayang atau Febri pun diistirahatkan di rumah, sebelum dibawa ke masjid Taufiqurrahman untuk dishalatkan oleh warga dan keluarga. Jenazah lalu dibawa ke pemakaman umum TPU Segalamider.

Kedatangan jenazah Febri diterima di Bandara Radin Intan II, dari Australia. Iring-iringan kendaraan yang menyertai mobil jenazah Febri sekitar 20 mobil, berasal dari instansi pemerintah serta berbagai dinas terkait seperti Dinsos, Kemenlu, Kepolisian, dan Dinkes.

Ibunda Andri Febriansyah alias Mayang terlihat berduka melepas putra pertamanya tersebut. Semasa hidup, Febri bercita-cita menjadi orang terkenal, tutur ibunda Febri.

Kini keinginan Mayang Prasetyo atau Febri menjadi orang terkenal sudah tercapai, walau dengan kisah yang tragis.

0 comments:

Post a Comment