Berita terkini – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke sebuah bunker rahasia ISIS. Akibat serbuan tersebut, diklaim DailyMail ada 10 komandan utama ISIS yang tewas. Sementara, John Si Pemenggal –pria yang telah mengeksekusi empat tawanan dari dunia Barat— dilaporkan mengalami cedera.
John Si Pemenggal terkenal di Dunia Barat setelah aksinya di video yang tersebar di internet. John yang beraksen London dan diduga berkewarganegaraan Inggris, telah membunuh Steven Sotloff, James Foley (keduanya jurnalis Amerika Serikat), Allan Henning (Manchester), dan David Haines (Perth). Sejak pembunuhan tersebut, John menjadi salah satu ‘tokoh utama’ ISIS yang diburu oleh dunia Barat.
Peristiwa serangan udara Amerika Serikat terhadap bunker ISIS ini terjadi pada Sabtu lalu. Dilaporkan, 30 tetua suku dari berbagai bagian Syria dan Irak datang ke bunker tersebut untuk mengadakan pertemuan rahasia.
Sedianya mereka akan membaiat Abu Bakar Al-Baghdadi, pimpinan utama ISIS. John Si Pemenggal yang memiliki nama Arab Jalman Al-Britani, juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Namun serbuan Amerika Serikat telah membuat pertemuan itu hancur. John sendiri konon dilarikan ke rumah sakit di Deir-ez-Zur. Seorang perawat yang ada di sana berkesaksian memang ada pasien baru yang mengalami cedera, yang bernama Jalman. Perawat itu juga mengatakan, “orang ini adalah yang memenggal jurnalis Amerika Serikat (Sotloff dan Foley -red-).”
Tidak dijelaskan apakah cedera yang dialami John alias Jalman ini serius atau tidak. Namun diklaim pula bahwa Abu Bakar al-Baghdadi mengalami luka pula akibat serangan udara yang sama. Kini sang pemimpin ISIS konon berada di Rumah Sakit Al Qaim untuk perawatan.






0 comments:
Post a Comment